NEGARA, Radarbuleleng.jawapos.com- Pohon perindang jalan di sepanjang Jalan Nasional Denpasar - Gilimanuk, akan dilakukan penebangan.
Terutama pohon perindang jalan yang dinilai membahayakan pengguna jalan karena berpotensi tumbang atau patah.
Penebangan dilakukan secara bertahap karena jumlahnya mencapai ratusan pohon.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jembrana I Putu Agus Artana Putra menjelaskan, penebangan pohon perindang jalan yang membahayakan pengguna jalan.
Penebangan pohon juga berdasarkan surat edaran Bupati Jembrana yang menginstruksikan pihak Kecamatan dan Desa melakukan pendataan dan penanganan pohon perindang yang membahayakan.
”Pihak desa melalui kecamatan, sudah berkoordinasi dengan kami untuk pengembang,” ujarnya.
Penebangan pohon sudah dilakukan sejak awal pekan ini, diawali dari wilayah Kecamatan Melaya.
Pohon perindang jalan yang ditebang, diprioritaskan pohon yang mati atau sudah membahayakan pengguna jalan karena terlalu rimbun dan tua sehingga rawan tumbang.
”Penebangan secara bertahap, tergantung dari koordinasi dan kesiapan pihak kecamatan,” ujarnya.
Hingga kemarin, sudah ada 19 pohon perindang jalan yang ditebang di wilayah Kecamatan Melaya 15 pohon dan sementara ada 3 pohon di wilayah Kecamatan Negara.
Proses pengembangan masih berlangsung hingga nantinya semua pohon perindang jalan yang membahayakan ditebang.
Data sementara pohon perindang jalan yang akan ditebang, jumlahnya puluhan hingga ratusan.
Dalam satu wilayah desa saja, seperti Desa Yehembang Kangin sebanyak 92 pohon perindang yang sudah diusulkan untuk ditebang karena membahayakan.
”Pendataan oleh desa dan kecamatan, jumlahnya bisa ratusan pohon,” terangnya.
Pihaknya bersama Dinas Lingkungan Hidup Jembrana, memfasilitasi penebangan pohon yang diusulkan oleh pihak desa dan kecamatan.
Pada saat pelaksanaan penebangan, dilakukan bersama pemerintah desa kecamatan serta instansi terkait.***
Editor : Donny Tabelak