AMLAPURA, Radarbuleleng.jawapos.com- Sebanyak 107 dari 341 koperasi di Karangasem kondisinya bermasalah.
Koperasi-koperasi yang dinyatakan tidak sehat tersebut tersebar di delapan kecamatan.
Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian, Perdagangan,Gede Loka Santika mengatakan, ratusan koperasi yang dinyatakan tidak sehat terancam mati lantaran tidak pernah gelar Rapat Akhir Tahunan (RAT) lebih dari 3 kali.
”Pertanggungjawaban ke anggota tidak ada. Padahal sesuai aturan, RAT wajib dilakukan setahun sekali,” tuturnya.
Loka Santika menyebut, ada berbagai alasan RAT tidak dilakukan. Kondisi ini terjadi sejak 2017 hingga saat ini.
”Rata-rata tidak melaksanakan RAT karena bencana erupsi 2017 lalu. Anggotanya sebagian besar mengungsi. Uang diambil untuk bekal mengungsi dan membuat modal koperasi habis,” terangnya.
Selain karena erupsi, selang beberapa tahun terjadi wabah covid-19. Dengan adanya pembatasan-pembatasan saat itu membuat pengurus hingga anggota tidak melakukan RAT. ”Ada juga karena alasan lain,” imbuhnya.
Terkait kondisi itu, Dinas Koperindag Karangasem melakukan upaya pembinaan terhadap koperasi-koperasi yang masih bisa diselamatkan.
”Diminta kembali melakukan RAT. Tujuannya, supaya koperasi bisa beroperasi lagi. Sehingga pengurus dan anggota kembali beraktivitas,” ungkapnya.
Pejabat asal Kubu ini menambahkan, selama masa pembinaan, pihaknya akan terus memberikan pendampingan.***
Editor : Donny Tabelak