RadarBuleleng.id - Viral di media sosial, upacara ngaben di Bali yang diikuti dengan membakar mobil jenis pick up dalam proses upacara.
Momen-momen kendaraan yang dibakar itu sempat diabadikan dalam bentuk video oleh netizen.
Salah seorang netizen yang sempat mengabadikan momen tersebut adalah pemilik akun facebook Erick Fishing.
Video itu diunggah pada Rabu (12/3/2025), sekitar pukul 11.21 WITA. Video itu pun dengan cepat viral.
Hingga pukul 12.30 Rabu siang, video itu sudah disukai oleh 1.400 pengguna facebook, dikomentari lebih dari 1.000 kali, dibagikan lebih dari 2.000 kali, telah disaksikan lebih dari 400 ribu kali.
Informasi yang dihimpun RadarBuleleng.id, upacara ngaben itu terjadi di wewidangan Desa Adat Sebunibus, Kecamatan Nusa Penida, Klungkung.
Secara administrasi, Desa Adat Sebunibus masih ada di wilayah Desa Sakti, Nusa Penida.
Dalam video terlihat sebuah mobil pick up berwarna putih hendak dibakar di lokasi pembakaran jenazah.
Di bak mobil terlihat ada sebuah lembu yang sudah lebih dulu terbakar. Api pun merembet perlahan ke badan mobil.
“Niki mobil sampun mebakar, sareng lembu. Wau lembu mebakar, mangkin mobil,” ungkap salah satu suara dalam video.
Jika diartikan, kalimat itu bermakna: “Ini mobil sudah dibakar, bersama dengan Lembu. Tadi lembu dibakar, sekarang mobil.”
Di video lainnya, terlihat jelas jika mobil tersebut merupakan mobil baru. Mobil diupacarai terlebih dulu. Selanjutnya di bagian depan dipasang kain kuning.
Di bagian belakang mobil pick up terlihat wadah lembu yang digunakan untuk membakar jenazah.
Video itu menuai pro dan kontra dari para netizen. Dalam upacara ngaben di Bali, sangat lazim jika keluarga memberikan bekal.
Biasanya bekal berupa uang, kain, barang-barang pribadi seperti pakaian, atau barang kesayangan sesuai dengan wasiat. Ada juga yang memberikan perhiasan emas.
Hal yang menjadi unik adalah, keluarga memberikan bekal berupa mobil pick up yang masih baru. Bahkan jumlahnya mencapai dua unit.
Salah seorang netizen, Ayumang Nunung turut mendoakan agar mendiang yang menjalani upacara ngaben selalu diberi kedamaian.
“Dibekali mobil nggak papa kok. Beliau pasti tidak meminta tapi itu keikhlasan dan bentuk penghormatan dari keluarga yang tinggalkan. Mungkin karena perjuangan beliau buat mengangkat derajat keluarga. Yang penting tetap pakai lembu ya. Yang pernah tyang lihat ada juga yang ngasih bekal emas, cuma karena kecil jadi nggak kelihatan,” tulisnya.
Netizen lainnya, Jabrix Putra Manikmas meminta agar para netizen menahan komentar. Karena tidak mengetahui kebenaran dari peristiwa itu.
“Banyak yang komentar, kenapa tidak disumbangkan saja, kenapa bla bla bla. Netizen memang si paling bijak biarkan saja, toh pakai uang sendiri, tidak menyusahkan kalian semua. Saya baca, beliau semasa hidup juga sudah sering membantu. Kita sebagai netizen cukup menyimak saja. Mungkin ini memang permintaan terakhir. Dumogi amor ing acintya,” tulisnya.
Sementara pemilik akun Hadi Syaifullah justru memberikan komentar out of the box. “Bisa nggak yang dibakar itu jangan mobil. Tapi instansi yang banyak oknumnya,” tulis netizen tersebut.
Upacara ngaben itu merupakan upacara perabuan salah satu tokoh masyarakat di Kecamatan Nusa Penida. Mendiang adalah Jero Mangku Gede Pasek Nengah Setar.
Mendiang tutup usia pada 15 Februari 2025 lalu. Upacara ngaben baru digelar pada Rabu (12/3/2025).
Nengah Setar dikenal sebagai sosok konglomerat yang dermawan di wilayah Nusa Penida.
Bisnisnya mencakup boat penyeberangan antara Nusa Penida dengan Sanur. Mendiang juga memiliki hotel maupun resort di Nusa Penida.
Masyarakat Nusa Penida mengenalnya sebagai sosok yang dermawan dan peduli terhadap kemajuan pulau.
Mendiang selalu berusaha agar pembangunan jalan, listrik, air bersih, pelabuhan, dan pariwisata di Nusa Penida berdampak riil pada kemajuan masyarakat.
Semasa hidupnya mendiang diketahui pernah menyumbangkan uang pribadi sebanyak Rp 12 miliar untuk pura. Belum lagi bedah rumah untuk warga di Nusa Penida.
Almarhum Nengah Setar juga pernah menyumbangkan mobil operasional untuk seluruh Pura Sad Kahyangan di Nusa Penida. Termasuk menyumbangkan tanah pribadinya untuk pelaba pura.
Salah seorang warga mengungkapkan alasan mengapa ada dua unit mobil yang ikut dibakar dalam upacara ngaben di Desa Adat Sebunibus, Nusa Penida.
“Itu wasiat yang meninggal. Semasa hidupnya beliau juga banyak menyumbangkan mobil untuk operasional di beberapa pura di Nusa Penida,” ungkap netizen Putu Tomy. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.viral
Editor : Eka Prasetya