Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Waduh! Hanya dalam 2 Jam, Sampah Rumah Tangga yang Tekumpul hingga 5 Ton

Muhammad Basir • Sabtu, 15 Maret 2025 | 19:05 WIB
Sebanyak 4 kontainer di jalan gunung agung sebelah timur Pasar Ijogading sengaja di letakkan untuk menunggu sampah yang dibuang dari pasar dan pemukiman warga.
Sebanyak 4 kontainer di jalan gunung agung sebelah timur Pasar Ijogading sengaja di letakkan untuk menunggu sampah yang dibuang dari pasar dan pemukiman warga.

NEGARA, Radarbuleleng.jawapos.com- Badan Jalan Gunung Agung di Kelurahan Lolon Timur, tepatnya sebelah timur Pasar Ijogading, Jembrana, selama ini menjadi tempat serba guna.

Dalam 24 jam, sekitar 20 meter ruas badan jalan sedikitnya menjadi tiga fungsi, menjadi tempat pembuangan sampah, tempat usaha pasar senggol dan menjadi jalan umum.

Pada pagi hari hingga pukul 10.00 WITA, menjadi tempat pembuangan sampah. Sebanyak 4 kontainer disiapkan untuk menjadi tempat pembuangan sampah dari pasar dan sampah rumah tangga dari pemukiman warga sekitarnya.

”Tempat itu bukan TPST, makanya kami sediakan kontainer untuk menampung dan membuang sampah ke TPA," ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup Jembrana Dewa Gede Ary Candra Wisnawa.

Setiap harinya selama 2 jam, dari pukul 08-00 hingga 10.00 WITA sekitar 5 ton sampah yang dibuang ke dalam kontainer tersebut.

Setalah 2 jam diberikan waktu membuang sampah, kontainer selanjutnya dibawa dan badan jalan kembali sesuai fungsinya untuk jalan umum.

Sementara pada sore harinya menjadi tempat berjualan pedagang pasar senggol dan sebagian badan jalan tempat parkir.

Dalam upaya menangani sampah ini, selain membuat TPS3R di masing- masing desa, sejumlah program sudah dirancang.

Saat ini sudah ada 16 TPS3R tersebar di desa dan kelurahan di Jembrana, tahun ini mengusulkan lagi kepada pemerintah pusat 4 TPS3R.

”Kami sudah minta kepada desa dan kecamatan yang belum punya TPS3R untuk merancang membuat TPS3R, tapi kendalanya tempat. Jadi, hanya yang memenuhi syarat saja kami usulkan ke pusat,” ujarnya.

Selain itu, ke depan dalam pengelolaan sampah di Jembrana berbasis desa dan kelurahan.

Setiap desa dan kelurahan akan didorong membuat unit bank sampah, sehingga mengatasi sampah dari sumbernya bisa lebih optimal.

Warga yang akan menukar sampah ke bank sampah, akan memilah dan memilih lebih dulu sampah yang akan ditukar dan dibuang.

Selain bank sampah tingkat desa, kecamatan dan kabupaten, pihaknya juga mendorong pembentukan unit bank sampah setiap perkantoran dan setiap sekolah.

”Sesuai dengan namanya, sampah yang disetorkan ke unit bank sampah akan dinilai dan ditukarkan dengan uang atau bentuk lain yang bermanfaat sebagai bentuk apresiasi telah memilah dan memilih sampah dari sumber,” tegasnya.***

Editor : Donny Tabelak
#dinas lingkungan hidup #pasar ijogading #sampah #TPS3R