Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Unik, Banjar Adat Silakarang Satu- satunya Komunitas Adat di Indonesia yang Berhasil Mengelola Lembaga Pendidikan hingga Perguruan Tinggi

Marsellus Nabunome Pampur • Rabu, 19 Maret 2025 | 19:05 WIB
Bedah buku dan jurnal dalam rangka ulang tahun ketiga Politeknik Bali Maha Werdhi.
Bedah buku dan jurnal dalam rangka ulang tahun ketiga Politeknik Bali Maha Werdhi.

GIANYAR, radarbuleleng.jawapos.com- Banjar Adat Silakarang menjadi satu-satunya komunitas adat di Bali dan Indonesia yang memiliki dan mengelola yayasan lembaga pendidikan.

Melalui yayasan Werdhi Sila Kumara Silakarang, Banjar yang terletak di Singapadu Kaler, Sukawati Gianyar ini mengelola lembaga pendidikan formal mulai dari TK, SMK Pariwisata Werdhi Sila Kumara yang memilki ribuan siswa, lalu ada LPK Sun Glory hingga Politeknik Bali Maha Werdhi.

”Bagaimana sebuah banjar adat mendirikan dan mengelola Yayasan yang berfokus pada Pendidikan, dalam hal ini dapat dikatakan Banjar Adat Silakarang adalah satu-satunya komunitas adat mengelola Lembaga Pendidikan di Bali bahkan di Indonesia, hal tersebut merupakan keunikan dari banjar Adat Silakarang," kata Ketua Dewan Penyantun Yayasan Werdhi Sila Kumara yang juga Direktur Politeknik Bali Maha werdhi Dr. Nyoman Lodra di sela kegiatan launching jurnal Lesung Elu dan bedah buku refleksi 19 tahun Lembaga pendidikan Banjar Adat Silakarang, Senin lalu (17/3).

Sementara itu, pada kesempatan yang sama, Wayan Santra Selaku Kelian Banjar Adat Silakarang menyebutkan pemilik dari yayasan ini adalah warga Banjar adat Silakarang sendiri.

Dia mengisahkan, didirikannya yayasan pendidikan ini bermula sebelum tahun 2007 silam.

Saat itu Banjar Adat Silakarang telah memiliki sekolah TK. Namun saat itu sumber daya manusia yang ada di Banjar tersebut cukup banyak yang memiliki potensi di bidang pendidikan.

Ada beberapa tamatan sekolah guru yang keterampilannya belum terpakai.

Dengan keinginan untuk membangun sumber daya manusia yang lebih unggul, Banjar kemudian memiliki tekad untuk mendirikan sekolah menengah.

”Terbentuklah yayasan Werdhi Sila Kumara Sila Karang yang melindungi lembaga. Ini merupakan milik masyarakat Banjar Sila Karang. Program salah satunya mengembangkan kualitas sumber daya. Kami mulai membangun TK, dan tahun 2007 kami membentuk SMK, lalu meningkat walaupun ada berbagi kesulitan, tetapi komitmen karena ini keputusan paruman akhirnya astungkara berjalan sesuai harapan kami, kami tingkatkan fasilitas dan jumlah siswa," bebernya.

Tahun-tahun berlalu, lembaga pendidikan ini terus berkembang. Lalu di tahun 2011, yayasan kemudian mengembangkan program barunya dikembangkan dari program yayasan lalu membentuk LPK-LKP Sun Glory (D2) yang dimana memiliki jurusan basic pariwisata.

Banyak tantangan yang dihadapi, namun Banjar adat melalui yayasannya terus berkomitmen untuk membangun kualitas sumber daya manusia di sekitar dan Bali umumnya.

Di tahun 2022, yayasan Werdhi Sila Kumara Silakarang lalu membentuk perguruan tinggi yakni Politeknik Maha Werdhi Bali.

”Dan sekarang berjalan tiga tahun dan tentu masih banyak yang perlu kami lengkapi. Terkait hal ini kami mohon bantuan dan dukungan masyarakat dan secara kebetulan mau memberi suport," harapnya.

Politeknik ini sendiri mengelola tiga program studi unggulan, yakni Multimedia, Perhotelan dan Desain Komunikasi Visual.

Dalam rangkaian tahun ketiga politeknik tersebut, dilakukan launching jurnal Lesung Elu dan bedah buku Refleksi 19 Tahun Lembaga Lendidkan Banjar Adat Karang pada Senin (17/3).

Penerbitan jurnal kampus itu sebagai salah satu persyaratan utama bagi perguruan tinggi jurnal Kampus sebagai wadah pemikiran-pemikiran serta penelitian ilmiah untuk dipublikasikan oleh dosen maupun mahasiswa. 

Pengambilan nama lesung-elu sendiri merujuk pada fungsi serta makna filosofisnya. Lesung Elu adalah sebuah alat untuk menumbuk yang tebuat dari batu

Lesung merupakan tempat atau wadah menumbuk dan kayu atau elu adalah alat menumbuk.

Dalam makna lain, Lesung Elu juga dapat dipersepsikan sebagai Lingga dan Yoni yang merupakan simbol dalam agama hindu yang melambangkan laki-laki dan perempuan, kesuburan, seksualitas dan penciptaan alam. 

Sedangkan mengenai bedah buku, terbitnya buku tersebut merupakan catatan Sejarah selama 19 tahun yang dikemas dalam sebuah buku dari pemikiran Dr. Nyoman Lodra yang merupakan tokoh masyarakat Banjar Silakarang dan merupakan seorang akademisi Universitas Negeri Surabaya.

Selain itu, dia juga menjabat sebagai ketua dewan penyantun Yayasan Werdhi Sila Kumara  serta menjadi Direktur Politeknik Bali Maha werdhi.***

Editor : Donny Tabelak
#lembaga pendidikan #yayasan #politeknik #Banjar Adat