Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Disbud Bali Siapkan Skema Insentif untuk Keluarga dengan 4 Anak, Jaga Eksistensi Nyoman dan Ketut

Ni Kadek Novi Febriani • Selasa, 25 Maret 2025 | 22:15 WIB

 

BAHAS INSENTIF: Kepala Dinas Kebudayaan Bali, Prof. I Gede Arya Sugiartha.
BAHAS INSENTIF: Kepala Dinas Kebudayaan Bali, Prof. I Gede Arya Sugiartha.

RadarBuleleng.id – Pemprov Bali melalui Dinas Kebudayaan (Disbud) Bali tengah menyusun skema pemberian insentif bagi keluarga Bali yang memiliki empat anak. 

Program yang diinisiasi oleh Gubernur Bali Wayan Koster ini bertujuan untuk menjaga eksistensi ras dan budaya Bali di tengah perlambatan pertumbuhan penduduk Bali.

Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, Prof. I Gede Arya Sugiartha, menegaskan bahwa pelestarian budaya Bali hanya dapat dilakukan oleh orang Bali itu sendiri.

“Kalau bukan orang Bali yang melanjutkan dan menjalankan budaya Bali, siapa lagi? Budaya tinggi yang kita miliki ini menjadi daya tarik dunia, dan itu lahir dari orang Bali sendiri. Maka wajar jika kami ingin melindungi ras unggul ini,” ujarnya.

Program insentif 4 anak ini masih dalam tahap perumusan. Menurut Arya Sugiartha, pihaknya telah diberi mandat langsung oleh Gubernur Koster untuk menyusun program ini bersama lintas sektor. 

Keterlibatan beberapa dinas seperti Dinas PMD, Dinas Sosial, Disdukcapil, hingga Dinas PMA dinilai krusial untuk menyusun regulasi yang komprehensif.

“Ini tidak bisa dikerjakan sendiri oleh Disbud. Kami melibatkan berbagai dinas terkait, dan juga Biro Hukum untuk menyiapkan dasar hukum, apakah melalui Peraturan Daerah (Perda) atau Peraturan Gubernur (Pergub). Kalau ingin cepat, bisa lewat pergub, tapi tetap harus punya dasar yang kuat,” jelasnya.

Dalam waktu dekat, Gubernur Koster juga dikabarkan akan membentuk tim khusus untuk mempercepat perumusan program ini.

“Kami ingin seluruh daerah di Bali bergerak bersama dalam menyukseskan program-program prioritas, termasuk program pelestarian budaya dan peningkatan jumlah keluarga Bali,” pungkas Arya Sugiartha.

Asal tahu saja, sejak beberapa tahun belakangan Gubernur Bali, Wayan Koster terus menyinggung perlambatan pertumbuhan penduduk di Bali.

Sepanjang tahun 2010 hingga 2020, sepasang suami-istri di Bali rata-rata hanya memiliki seorang anak. Dampaknya, jumlah penduduk asli Bali terus berkurang.

Padahal, masyarakat Bali dulunya punya kebiasaan memiliki empat orang anak. Anak pertama disebut Putu, anak kedua disebut Kadek atau Nengah, anak ketiga Nyoman, dan anak keempat Ketut.

Kini masyarakat Bali yang memiliki anak ketiga dan anak keempat makin jarang. Bahkan Gubernur Koster menyebut Nyoman dan Ketut terancam punah di Bali. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#kebudayaan #bali #Kadek #putu #gubernur bali #koster #wayan koster #ketut #budaya #disbud #NYOMAN #insentif