RadarBuleleng.id - Gara-gara salah paham dalam obrolan grup WhatsApp, dua pelajar di Tabanan, Bali terlibat baku hantam.
Beruntung, kasus ini akhirnya diselesaikan secara damai lewat mediasi di Polsek Selemadeg Timur, Tabanan.
Kapolsek Selemadeg Timur, AKP I Nyoman Artadana, mengungkapkan bahwa peristiwa ini melibatkan dua pelajar berinisial IGAPW, 18, dan IKDA, 18.
Perkelahian tersebut dipicu oleh kesalahpahaman komunikasi yang berujung pada emosi dan adu fisik.
Kejadian berlangsung pada Minggu malam (23/3/2025) sekitar pukul 19.00 WITA, tepatnya di sebuah tempat kos di Banjar Dinas Bunut Puhun, Desa Bantas, Selemadeg Timur.
Insiden bermula saat IKDA mengirimkan pesan suara berbahasa Bali ke IGAPW, teman sekolahnya, di sebuah grup WhatsApp.
Namun, pesan itu justru dijawab oleh pacar IGAPW dengan ucapan "kiering" lewat voice note — sebuah istilah gaul dalam dunia game online.
Masalah muncul ketika IKDA salah menangkap kata tersebut dan mendengarnya sebagai "cicing" (dalam Bahasa Bali berarti 'anjing'), yang dianggap menghina. Tersinggung dengan hal itu, IKDA langsung meminta IGAPW mengirimkan lokasi tempat kosnya.
Tak lama kemudian, IKDA datang bersama seorang temannya berinisial IGTA, dan menelepon IGAPW saat sudah berada di depan kos.
Saat IGAPW keluar untuk menemui, IKDA justru membuka baju dan mendekat dengan membawa lempengan besi sepanjang 15 cm yang ia sembunyikan.
IGAPW yang panik langsung berlari menghindar, namun tetap dikejar. Saat lempengan besi diayunkan ke arah punggung, IGAPW berhasil menangkisnya hingga besi terlepas.
Aksi baku hantam pun tak terhindarkan hingga akhirnya dilerai oleh penghuni kos lain.
Akibat insiden tersebut, keduanya mengalami luka dan memutuskan sama-sama melapor ke Polsek Selemadeg Timur.
Setelah dilakukan mediasi, kedua pihak akhirnya sepakat menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan melalui skema restorative justice.
“Mereka sudah sepakat berdamai dan saling memaafkan,” ujar AKP Artadana.
Kapolsek pun mengimbau masyarakat, khususnya pelajar, untuk lebih bijak menggunakan media sosial dan tidak mudah terpancing emosi akibat hal sepele. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya