Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Aksi Ulah Pati di Jembatan Bangkung Makin Marak, Koster Usulkan Penanganan Skala dan Niskala

Ni Kadek Novi Febriani • Senin, 7 April 2025 | 14:08 WIB

 

JALAN  NISKALA: Gubernur Bali, Wayan Koster. Ia menganjurkan Pemkab Badung menempuh jalur skala dan niskala guna mencegah peristiwa ulah pati di Tukad Bangkung.
JALAN NISKALA: Gubernur Bali, Wayan Koster. Ia menganjurkan Pemkab Badung menempuh jalur skala dan niskala guna mencegah peristiwa ulah pati di Tukad Bangkung.

RadarBuleleng.id – Aksi ulah pati atau bunuh diri yang terus terjadi di Jembatan Tukad Bangkung, Desa Pelaga, Kabupaten Badung, kembali menjadi sorotan publik. 

Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan akan segera berkoordinasi dengan Bupati Badung guna mencari solusi menyeluruh terhadap fenomena yang kian meresahkan.

Menurut Koster, fenomena ulah pati memang bukan hal baru di Bali. Namun, kemajuan media sosial dan penyebaran informasi membuat kasus-kasus seperti ini lebih sering terekspos. 

Ia menilai, pemilihan lokasi seperti Jembatan Tukad Bangkung bukan sekadar kebetulan, melainkan juga bisa terkait dengan unsur niskala (spiritual tak kasat mata).

"Secara niskala, kita perlu mengevaluasi apakah saat pembangunan jembatan dulu sudah dilakukan upacara Melaspas. Apalagi ini berada di Tukad Bangkung, yang memiliki panjang dan ekosistem tertentu—bisa saja ada kehidupan tak kasat mata yang terganggu. Mungkin perlu dibuatkan pelinggih atau tempat suci," ujarnya.

Baca Juga: Ulah Pati dalam Pandangan Hindu: Bukan Jalan Keluar, Justru Tambah Derita

Selain pendekatan spiritual, Koster juga menekankan pentingnya penanganan secara skala (fisik dan nyata). 

Salah satunya adalah dengan menambah pengamanan di jembatan agar tidak mudah dijadikan lokasi aksi nekat. 

“Akses ke jembatan perlu diatur ulang. Ketinggian pagar pengaman juga harus ditingkatkan agar orang tidak mudah melompat,” tegasnya.

Terkait pemasangan CCTV, Koster menganggap itu sebagai salah satu langkah teknis yang bisa membantu deteksi dini. 

Namun, ia mengingatkan bahwa penyebab bunuh diri tidak selalu terkait masalah ekonomi. 

“Bukan hanya yang kesulitan finansial, mereka yang tergolong mampu secara ekonomi pun bisa mengambil jalan tragis,” ujarnya.

Sebagai bagian dari upaya menyeluruh, Koster juga akan menyarankan Pemerintah Kabupaten Badung untuk segera menggelar upacara niskala di Jembatan Bangkung. 

Menurut Koster, penanganan spiritual harus menjadi perhatian serius. “Bali ini punya dimensi spiritual yang kuat, dan itu tidak bisa diabaikan. Harus ada keseimbangan antara penanganan fisik dan batin,” tegas Koster.

Sebagai informasi, pada Kamis (3/4/2025), seorang perempuan asal Buleleng kembali ditemukan tewas di dasar Tukad Bangkung. 

Dia diduga melakukan aksi ulah pati gara-gara mengalami tekanan psikis akibat lilitan pinjaman online atau pinjol. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#bali #pinjaman online #bunuh diri #gubernur bali #Tukad bangkung #skala #jembatan #koster #wayan koster #ulah pati #Niskala #cctv #spritual #pinjol