Radarbuleleng.jawapos.com- Kasus pemukulan pecalang bernama I Nengah Wartawan oleh salah seorang pemedek berinisial IGNA, terus berlanjut.
Sehari setelah aksi pemukulan itu, pihak Desa Adat Besakih melakukan pemrayasista atau pembersihan.
Upacara pembersihan tersebut dilakukan untuk mensucikan kembali areal lokasi kejadian pasca kejadian.
Mengingat pecalang yang dipukul tersebut saat itu sedang melaksanakan tugas serangkaian dari Karya Ida Bhatara Turun Kabeh (IBTK) 2025 di Pura Agung Besakih.
Bendesa Adat Besakih, Jro Mangku Widiartha mengungkapkan, pihaknya bersama beberapa pihak terkait seperti prajuru Desa Adat, Perbekel, pecalang, pemangku dan yang lainnya telah melaksanakan paruman atau rapat untuk menindaklanjuti kejadian pemukul tersebut.
”Akhirnya diputuskan untuk melakukan upacara pemrayasista menggunakan sarana pecaruan manca sata,” ucapnya Selasa (15/4) kemarin.
Selain melaksanakan upacara pembersihan, pihaknya bersama seluruh komponen jajaran pemerintah Desa Adat Besakih juga melanjutkan proses hukum di kepolisian yang tengah bergulir.
”Kami sangat berharap kasus pemukulan ini bisa segera diproses sesuai dengan hukum yang berlaku,” kata Widiartha.
Widiartha menambahkan, pihak Desa Adat beserta seluruh komponen jajaran pemerintahan Desa Adat Besakih siap mengawal proses hukum terhadap kasus ini sampai selesai.
”Desa adat Besakih akan menegakkan awing-awing terhadap kasus ini,” ucapnya tegas.
Sementara itu, Kasi Humas Polres Karangasem menuturkan, untuk saat ini terduga pelaku yakni IGNA masih berstatus saksi.
”Sudah dimintai keterangan namun statusnya masih saksi. Kalau ada perkembangan lebih lanjut kami akan informasikan kembali,” tandasnya.***
Editor : Donny Tabelak