Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Masyarakat Puas, Direktur RSUD Singasana Akui Masih Kekurangan Tenaga Medis

Juliadi Radar Bali • Jumat, 18 April 2025 | 00:04 WIB
Suasana RSUD Singasana yang berada di Desa Nyitdah, Kecamatan Kediri Tabanan.
Suasana RSUD Singasana yang berada di Desa Nyitdah, Kecamatan Kediri Tabanan.
 
 
Radarbuleleng.jawapos.com- RSUD Singasana mengklaim bahwa Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) dari sisi pelayanan kesehatan menunjukkan tren yang cukup positif. 
 
Pada tahun 2023 lalu angka IKM mencapai 86,71 persen dengan kategori baik. Kemudian meningkat menjadi 90,39 persen dengan kategori sangat baik.
 
Sementara hasil evaluasi keterbukaan informasi publik pada tahun 2024 memperoleh nilai 80,40 persen dengan kualifikasi menunjukkan Informatif. 
 
Hasil IKM berdasarkan survei yang pihaknya lakukan dengan mengambil responden sebanyak 380 orang secara acak.
 
Dengan respon langsung dari pasien rawat inap, pasien rawat jalan yang berkunjung ke RSUD Tabanan. 
 
Hal itu diungkapkan oleh Direktur RSUD Singasana dr. Doddy Setiawan saat menggelar konslutasi publik pada, Rabu (16/4).
 
Ia menjelaskan meski IKM kepuasan layanan kesehatan menunjukkan trend yang cukup positif dari masyarakat.
 
Namun kedepan pihaknya di RSUD Singasana masih memiliki pekerjaan rumah (PR).
 
RSUD Singasana melakukan pengembangan gedung-gedung baru untuk pelayanan kesehatan kepada masyarakat. 
 
Salah satunya dari sisi sumber daya manusia untuk tenaga kesehatan. Apalagi pada tahun 2025 pihaknya tengah melakukan pembangunan gedung baru untuk rawat inap pasien. 
 
"Kami saat ini ada sekitar 118 tenaga medis, karena kami membangun gedung baru rawat inap dengan 37 bed. Ya kami masih kekurangan sekitar 20 tenaga medis," ungkapnya. 
 
Selain fokuskan pada pembangunan gedung rawat inap, dr. Dody menyebut pihaknya juga tengah mengembangkan pelayanan untuk gedung hemodialisa.
 
Pasalnya ada sekitar 245 pasien cuci darah yang harus dirujuk ke rumah sakit lainnya di Tabanan.
 
"Kami saat ini sedang bangun gedung hemodialisa, karena potensi layanan untuk pasien cuci darah sangat besar," jelasnya. 
 
dr. Dody menambahkan tantangan kedepan agar memberikan pelayanan kesehatan yang maksimal kepada masyarakat.
 
Adalah penambahan mobil jenazah, pengadaan alat kesehatan untuk layanan kedokteran umum, dan sarana digitalisasi. 

Prospek pengembangan RSUD Singasana cukup bagus, mengingat luas lahan yang dimiliki, lokasi strategis di jalur wisata, dan tren peningkatan jumlah kunjungan pasien. 
 
"Namun dalam pengembangan rumah sakit kami tetap sesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah," tandasnya.***
Editor : Donny Tabelak
#hemodialisa #cuci darah #rsud tabanan #Rsud singasana