Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Tak Bisa Pulang karena Kasepekang, Sejumlah Warga di Bali Rayakan Galungan di Pengungsian

Dewa Ayu Pitri Arisanti • Senin, 21 April 2025 | 22:26 WIB

 

Enam kepala keluarga (KK) yang terdiri dari 28 orang terkena sanksi kasepekang Banjar Sental Kangin, Desa Ped, Kecamatan Nusa Penida masih mengungsi di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Klungkung.
Enam kepala keluarga (KK) yang terdiri dari 28 orang terkena sanksi kasepekang Banjar Sental Kangin, Desa Ped, Kecamatan Nusa Penida masih mengungsi di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Klungkung.

RadarBuleleng.id – Sebanyak enam kepala keluarga (KK) yang terdiri dari 28 warga Banjar Sental Kangin, Desa Ped, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Bali, masih bertahan di tempat pengungsian di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Klungkung, Kecamatan Banjarangkan. 

Mereka terkena sanksi kasepekang dan belum bisa kembali ke rumah. Bahkan saat Hari Raya Galungan tiba.

Kondisi di kampung halaman yang belum kondusif memaksa mereka merayakan Galungan jauh dari pura keluarga. 

Rasa rindu dan duka pun tak terelakkan, terlebih bagi para lansia yang terbiasa melaksanakan persembahyangan di rumah sendiri.

Bupati Klungkung, I Made Satria menyatakan telah berdialog dengan para pengungsi terkait pelaksanaan Galungan. 

Karena keamanan belum memungkinkan untuk kembali ke desa, disepakati Galungan dirayakan di tempat pengungsian. 

Baca Juga: Duh, Puluhan Warga Kena Sanksi Kasepekang Mengungsi di SKB, Sempat Sakit karena Stres

Persembahyangan digelar bersama di lokasi SKB dan di Pura Kental Gumi, yang letaknya tak jauh dari pengungsian.

“Kalau mau pulang sekarang, tentu butuh pengamanan. Tapi kami ingin mereka tetap bisa merayakan Galungan dengan khidmat, meski dari pengungsian,” ujar Satria.

Tak hanya itu, sehari menjelang Galungan, warga pengungsi juga akan melaksanakan tradisi nampah atau memasak bersama menu khas Galungan seperti lawar dan sate. Seluruh keperluan dan bahan pokok akan disiapkan oleh Pemkab Klungkung.

“Nanti kami fasilitasi kebutuhan masak bersama di pengungsian. Supaya nuansa Galungan tetap terasa,” imbuhnya.

Pemerintah, kata Satria, terus mengupayakan jalan damai antara dua pihak yang berselisih. Ia berharap ketegangan segera mereda agar warga pengungsi bisa kembali ke rumah masing-masing dalam keadaan aman dan damai.

“Kami berusaha semaksimal mungkin agar ada perdamaian,” tegasnya.

Salah seorang pengungsi, Widi, tak mampu menyembunyikan kesedihannya. Ia mengaku rindu suasana persembahyangan di rumah saat Galungan. 

“Kami ingin sekali pulang, apalagi Galungan biasanya sembahyang di rumah. Banyak lansia di sini menangis karena tidak bisa sembahyang seperti biasa,” katanya. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#bali #hari raya #kasepekang #Nusa Penida #galungan #persembahyangan #lansia #kampung halaman #kepala keluarga