Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Abrasi di Bali Barat Semakin Parah. Tanggul Buatan Warga Hancur Digempur Ombak

Muhammad Basir • Kamis, 24 April 2025 | 18:51 WIB

 

JEBOL: Tanggul bronjong yang dibuat warga secara swadaya untuk menanggulangi abrasi. Tanggul tersebut hancur digempur ombak pasang.
JEBOL: Tanggul bronjong yang dibuat warga secara swadaya untuk menanggulangi abrasi. Tanggul tersebut hancur digempur ombak pasang.

RadarBuleleng.id – Tanggul bronjong penahan ombak buatan warga di Pantai Pebuahan, Desa Banyubiru, Kabupaten Jembrana, Bali tak mampu bertahan lama. 

Tanggul darurat dari anyaman kawat berisi batu itu hancur dihantam gelombang pasang yang terus menggerus bibir pantai.

Bronjong tersebut dipasang secara swadaya oleh pemilik lahan yang tanahnya langsung berbatasan dengan laut. Pasalnya, hingga kini belum ada pembangunan tanggul penahan abrasi dari pemerintah di wilayah itu.

Tanggul darurat itu berada di sisi timur Pantai Pebuahan, salah satu titik rawan abrasi dari total 2,1 kilometer garis pantai yang terdampak. 

Tahun lalu, pemerintah hanya membangun revetment sepanjang 780 meter di ujung barat pantai. Sisa sepanjang 1,3 kilometer masih belum tersentuh proyek lanjutan.

“Dulu pantai jauh dari jalan. Sekarang, jalan sudah sebagian hilang, tanah warga juga kena abrasi,” ujar Kelian Banjar Pebuahan, Kanzan.

Menurut Kanzan, warga terpaksa membuat bronjong sendiri untuk menyelamatkan sisa lahan yang ada. Namun, tanggul buatan itu kini mulai rusak dan tidak bisa lagi menahan derasnya gelombang laut.

“Kalau tidak segera dibangun pengaman pantai lagi, bisa habis semua tanah warga,” kata Kanzan.

Harapan warga pun terus menggantung. Hingga kini belum ada kejelasan dari pemerintah soal kelanjutan pembangunan tanggul yang sangat dinantikan, terutama oleh warga yang rumahnya sudah rusak akibat abrasi.

“Warga sudah sering tanya soal kelanjutan pembangunan senderan, tapi belum ada kabar apa-apa,” tambahnya.

Kanzan juga menceritakan bahwa beberapa waktu lalu sempat ada kunjungan dari pihak balai. Namun, mereka hanya meminta salinan surat pernyataan warga yang sebelumnya dibuat saat pembangunan tahap pertama.

“Saya tanya juga soal lanjutan proyek senderan, tapi mereka bilang nggak tahu,” ungkapnya.

Ia pun berharap pemerintah segera merealisasikan bantuan tanggul penahan ombak di wilayahnya. Sehingga warga tidak lagi cemas dengan ancaman abrasi. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#bali #kawat #abrasi bengkalis #pantai #Pasang #jembrana #tanggul #bronjong