Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Amor Ing Acintya. Bocah SD di Bali Nekat Ulah Pati saat Hari Raya Galungan. Motifnya Masih Misterius

I Made Mertawan • Jumat, 25 April 2025 | 15:06 WIB

 

ilustrasi ulah pati
ilustrasi ulah pati

RadarBuleleng.id – Suasana Hari Raya Galungan di sebuah desa di Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali, berubah duka. 

Seorang bocah laki-laki berusia 11 tahun ditemukan meninggal dunia pada Rabu malam (23/4/2025). Bocah itu nekat melakukan aksi ulah pati.

Korban yang berinisial IS, merupakan siswa sekolah dasar. Ia ditemukan tak bernyawa dalam kondisi tergantung di pohon belakang rumahnya oleh sang ibu sekitar pukul 22.00 Wita.

Kapolsek Kintamani Kompol I Nengah Sukerna menjelaskan, sebelum peristiwa itu terjadi, keluarga korban sempat meninggalkan rumah untuk mengikuti upacara piodalan di pura desa sekitar pukul 17.00 Wita. IS saat itu memilih untuk tetap tinggal di rumah sendirian.

Saat keluarga pulang malam harinya, IS ternyata tidak ada di rumah. Sang ibu kemudian mencari ke sekitar pekarangan, dan menemukan putranya dalam keadaan tergantung di pohon. 

Meski sempat diturunkan dan diberikan pertolongan, korban dinyatakan telah meninggal dunia.

Baca Juga: Amor ing Acintya. Personel Polda Bali Kembali Ulah Pati. Kali Ini Berasal dari Buleleng

Polisi yang menerima laporan langsung terjun ke lokasi untuk melakukan olah TKP serta memeriksa sejumlah saksi. 

Pemeriksaan awal oleh dr. Cokorda Agung Prasetya Dwipayana dari Puskesmas Kintamani V mengungkapkan adanya tanda jeratan di leher, kekakuan otot tubuh, dan keluarnya kotoran dari dubur, yang menguatkan dugaan bahwa korban meninggal karena ulah pati.

“Tidak ditemukan tanda kekerasan lain pada tubuh korban. Dugaan kuat korban melakukan tindakan ulah pati. Namun motifnya masih kami dalami,” ujar Kompol Sukerna, Kamis (24/4/2025).

Pihak keluarga disebut telah menerima peristiwa ini sebagai musibah dan menolak dilakukan otopsi, yang secara resmi dituangkan dalam surat pernyataan tertulis.

 

⚠️ Catatan redaksi: Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal mengalami kesulitan emosional atau berpikir untuk menyakiti diri sendiri, segera hubungi tenaga profesional atau layanan bantuan psikologis terdekat.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#bali #bocah #kintamani #hari raya #galungan #desa #ulah pati #bangli #siswa