Radarbuleleng.jawapos.com- Tujuh sahabat beda profesi yang gemar olahraga lari ini punya cara tersendiri dalam menghaturkan sembah bakti ke Pura Agung Besakih.
Mereka memilih berlari dari Alun-Alun Gianyar dengan tema Matur Run yang dibaca maturan atau sembahyang.
Titik kumpul pelari ini di Alun-alun Gianyar pada Sabtu subuh (26/4). Mulai pukul 05.00 Wita, mereka sudah pemanasan mengenakan pakaian lari lengkap dengan sepatu. Mereka juga menggendong tas pinggang yang berisi pakaian sembahyang.
Sebelum berlari, komandan lari, Kadek Darmika alias Chatos mengabsen para peserta.
Selain Chatos yang asal Keramas, Blahbatuh, peserta lainnya, Gus Jhoni (asal Bona), Gung Satya (Paksebali), Gung Gus (Keramas), Putu Mahardika (Keramas), Kadek Aristawan (Keramas), serta Manik Wahyu dari Blahbatuh yang bertugas membawa sepeda.
Peserta ini terdiri dari beragam latar belakang. Chatos sendiri merupakan polisi berpangkat Aipda yang bertugas di Polres Gianyar. Rekan lainnya pegawai hotel, arsitek, anggota TNI Yonzipur, dan pekerja swasta.
Chatos menceritakan bahwa tim berjumlah tujuh orang. Enam peserta berlari dan satu orang membawa sepeda gayung.
”Satu orang ini sebagai sweeper untuk memberikan bantuan darurat, jaga-jaga kalau ada yang kram ataupun kelelahan,” ujar Chatos.
Selama berlari, Chatos terus mengabadikan momen lari mereka setiap tiba di lokasi. Tujuan pertama, mereka istirahat sejenak di perbatasan Klungkung-Gianyar.
Kemudian sempat singgah di minimarket untuk membeli minuman. Rute yang mereka tempuh tergolong menantang namun memukau. Melintasi wilayah sejuk dan perbukitan.
Dari Banjarangkan, Bakas, Nyalian, Bumbungan, Nyanglan, Bangbang, Nongan, Menangga, hingga finish di Besakih.
Setelah berlari kurang lebih 5 jam 30 menit, mereka tiba dengan selamat di dekat Pura Dalem Puri. Tas gendong pun dibuka. Mereka lantas mengenakan pakaian sembahyang. Sebelum maturan, mereka sempat sarapan untuk mengisi tenaga.
”Ini bukan soal siapa yang tercepat, tapi bagaimana kita bisa tetap sehat dan menyatu dengan alam serta spiritualitas kita. Kami harap ini bisa menjadi motivasi untuk generasi muda,” harap Chatos.
Aksi ini menjadi bukti bahwa olahraga bukan hanya tentang fisik, tapi juga bisa menjadi sarana untuk memperkuat mental, spiritual, dan solidaritas antar sesama.
”Semoga generasi muda kita makin gemar berolahraga agar sehat dan bugar,” pungkasnya.***
Editor : Donny Tabelak