RadarBuleleng.id – Kasus ulah pati di Bali bukan hanya dilakukan oleh warga lokal. Ulah pati juga dilakukan oleh Warga Negara Asing (WNA).
Terbaru, WNA asal Amerika Serikat yang bernama Chris Lewis Samson, 75, ditemukan dalam kondisi tergantung di tempat tinggalnya di Desa Kesiman Kertalangu, Denpasar Timur, pada Senin (28/4/2025) pagi.
Korban diduga kuat melakukan aksi ulah pati gara-gara depresi berkepanjangan karena menderita penyakit kanker usus yang tak kunjung sembuh.
Kasi Humas Polresta Denpasar, AKP I Ketut Sukadi menjelaskan, pihak kepolisian telah memeriksa sejumlah saksi. Yakni teman-teman dekat korban. Tercatat ada empat orang saksi yang telah diperiksa.
Kronologi bermula saat para saksi menerima pesan WhatsApp dari korban sekitar pukul 04.30 WITA. Pesan itu mengejutkan mereka.
Isinya: "Datang ke rumah ya pagi nanti. Bawa Kelian Banjar dan polisi. Harus pagi ini karena saya sudah mati."
Namun pesan tersebut baru dibaca sekitar pukul 06.30 WITA. Sontak, para saksi langsung berkoordinasi dan menuju rumah korban.
Setibanya di lokasi, mereka meminta kepala dusun mendampingi. Sebelum akhirnya salah seorang saksi, Dewa Ngurah Sudarsana memberanikan diri membuka pintu. Di dalam kamar, saksi menemukan korban Chris tergantung di teralis jendela.
"Korban ditemukan dalam kondisi tergantung, mengenakan kemeja putih dan sarung abu-abu bergaris kuning. Mulutnya tertutup lakban putih," terang AKP Sukadi.
Dari pemeriksaan Tim Identifikasi Polresta Denpasar, lidah korban tampak terjulur dan terjepit di antara gigi, dengan bekas jeratan tali di leher hingga tengkuk. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan lain pada tubuh korban.
Polisi juga menemukan beberapa catatan tulisan tangan dari korban, berisi pesan terakhir. Korban berpesan agar pengurus rumah segera menghubungi pihak desa dan aparat berwenang. Ada pula catatan yang menjelaskan dokumen-dokumen pribadinya.
Atas temuan tersebut, polisi menduga kuat korban murni ulah pati atau bundir akibat tekanan mental yang dipicu penyakit kanker yang dideritanya.
Saat ini, jenazah mendiang telah dibawa ke RSUP Prof. Ngoerah Sanglah, Denpasar, untuk disimpan di ruang jenazah. Pihak keluarga sedang berkoordinasi dengan Konsulat Amerika Serikat terkait proses pemakaman. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya