TPA Mandung Terbakar, Warga Sekitar Keluhkan Polusi Asap
Juliadi Radar Bali• Rabu, 30 April 2025 | 23:05 WIB
Kondisi TPA Mandung Desa Sembung Gede yang terbakar dan polusi asap.
Radarbuleleng.jawapos.com- Bau asap menyengat saat memasuki jalan masuk TPA Mandung, Desa Sembung Gede, Kerambitan Tabanan yang terbakar.
Jarak pandang pun tertutup asap TPA yang terbakar. Polusi asap telah mengganggu aktivitas warga yang ada di sekitaran TPA.
Kondisi itu dikeluhkan oleh salah satu warga yang memiliki kandang babi yang tak jauh dari TPA Mandung, saat ditemui Selasa kemarin (29/4).
Ibu Desak warga Banjar Dinas Samsam, Desa Samsam, Kerambitan Tabanan mengaku sudah sejak awal April sejatinya TPA Mandung terbakar. Ia hampir setiap hari terkena polusi asap TPA yang terbakar.
"Kalau tengah siang hari polusi asap TPA pasti ke sebelah barat, malam hari baru ke pemukiman yang ada di sisi timur dan selatan. Polusi asap TPA tergantung dari hembusan angin," akunya.
Kondisi TPA yang tengah terbakar saat ini sangat mengganggu aktivitas warga, terutama polusi asap yang menyebar. Apalagi menghirup udara bercampur dengan asap.
"Harapan mudah-mudahan TPA yang terbakar dapat dilakukan penanganan secepatnya," ungkapnya.
Hal yang sama pula dikeluhkan oleh warga yang ada di Desa Kukuh, Kerambitan. Ia meminta DLH Tabanan untuk melakukan langkah kongkrit terhadap masyarakat Desa Kukuh yang terkana dampak polusi asap TPA Mandung yang terbakar.
Termasuk pula penanganan TPA yang terbakar segera dilakukan oleh DLH Tabanan.
Perbekel Desa Kukuh, Kerambitan I Nyoman Widhi Adnyana tak menampik soal keluhan masyarakatnya terhadap dampak dari polusi asap TPA yang terbakar.
Bahkan ia telah menyampaikan keluhan tersebut kepada Kepala DLH Tabanan. Hanya saja penanganan terhadap TPA yang terbakar belum dilakukan maksimal.
"Kita sudah melakukan pertemuan dengan DLH Tabanan pada 10 April lalu dengan meminta segera melakukan tindakan konkrit terhadap TPA Mandung yang terbakar," ungkapnya.
Selain itu pihaknya juga meminta Dinas Kesehatan untuk segera melakukan upaya penanganan Kesehatan bagi warga Desa Kukuh termasuk melakukan pemantauan/pengukuran kualitas udara di wilayah Desa Kukuh.
Sementara itu Kepala DLH Tabanan I Gusti Putu Ekayana menyebut kebakaran yang terjadi pada TPA Mandung berada pada titik api kebakaran TPA yang dulu, karena belum pada total.
"Saat ini masih ada titik api dan asap masa pemulihan pasca kebakaran dulu," sebutnya.
Pada TPA Mandung yang terbakar dan agar asap tidak menyebar kepada rumah-rumah warga sekitar. Pihaknya sudah melakukan penyiraman mandiri setiap saat dan stan satu truk tangki serta piket pantau TPA.
"Kami juga rencananya akan ada penyemprotan ecoenzyme di area terdampak asap untuk meningkatkan kualitas udara," ujarnya.
Namun faktanya di lapangan sat wartawan ke lokasi TPA Mandung yang terbakar tak satu pun truk tangki terparkir, bahkan melakukan penyiraman saat kondisi TPA terbakar siang harinya.
Justru ditengah TPA yang terbakar antrian truk berjejer untuk masuk ke lokasi TPA yang terbakar.***