Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Belasan Gamelan di Bali Digondol Maling. Pihak Desa Enggan Lapor Polisi

Andre Sulla • Jumat, 2 Mei 2025 | 18:26 WIB

 

RAIB: Kondisi di Wantilan Rangdu Kriya Mandala, Desa Kutuh, Bali. Belasan perangkat gamelan hilang digondol maling.
RAIB: Kondisi di Wantilan Rangdu Kriya Mandala, Desa Kutuh, Bali. Belasan perangkat gamelan hilang digondol maling.

RadarBuleleng.id – Aksi pencurian perangkat gamelan kembali membuat resah warga di Bali. Sebab perangkat gamelan yang hilang disimpan di wantilan desa.

Kali ini, peristiwa tersebut terjadi di Desa Kutuh, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali.

Gamelan yang terbuat dari logam kuningan, lenyap dari lokasi penyimpanan. Selama ini gamelan itu disimpan di Wantilan Rangdu Kriya Mandala, Desa Kutuh. Diduga peristiwa itu terjadi pada Selasa (29/4/2025) lalu.

Meski nilai gamelan yang hilang mencapai jutaan rupiah, peristiwa ini tidak dilaporkan ke pihak kepolisian. Pihak desa memilih melakukan penelusuran secara internal.

Informasi yang dihimpun, peristiwa itu sebenarnya sudah diketahui sejak Sabtu (26/4/2025) minggu lalu.

Awalnya dua orang pemuda di desa setempat, yakni Putu Ricky George Adi Saputra, 12, dan Kadek Gio Ari Sastrawan, 20, datang ke wantilan pada pukul 16.00 sore. Mereka berencana latihan megambel.

Saat itu keduanya menyebut gamelan sudah hilang. Semula mereka mengira bahwa perangkat gamelan sedang di-service.

Ternyata hingga Selasa, perangkat gamelan tak juga kembali. Setelah dicek, ternyata gamelan itu bukan di-service. Melainkan hilang.

Tercatat ada 11 buah gamelan yang hilang. Warga pun menyebarkan informasi tersebut melalui media sosial.

Kasi Humas Polresta Denpasar, AKP Ketut Sukadi membenarkan peristiwa tersebut. Sukadi menyebut, gamelan itu merupakan milik desa adat.

“Gamelan itu memang aset Desa Adat, tapi pengelolaan dan perawatannya berada di bawah Desa Dinas melalui BUMDes. Masih dibahas dengan desa adat,” kata Sukadi.

Meski sudah viral di media sosial, hingga kini pihak desa belum melapor secara resi ke polisi. 

“Tetap kami lakukan penelusuran. Apalagi kerugiannya cukup besar,” demikian Sukadi. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#bali #kuningan #pencurian #desa #pemuda #gamelan #Desa adat #wantilan #media sosial