Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Pujawali di Tanah Lot, Panitia Siapkan Perahu Karet untuk Pemedek

Juliadi Radar Bali • Kamis, 8 Mei 2025 | 18:48 WIB
DEMI KESELAMATAN: Pemedek Pura Tanah Lot menyeberangi laut dengan menggunakan perahu karet.
DEMI KESELAMATAN: Pemedek Pura Tanah Lot menyeberangi laut dengan menggunakan perahu karet.

RadarBuleleng.id - Suasana berbeda terlihat saat pelaksanaan Karya Pujawali di Pura Luhur Tanah Lot, Kabupaten Tabanan, Bali.

Satuan Polair Polres Tabanan dan Balawista Tanah Lot kini dilibatkan aktif untuk membantu para pemedek yang hendak bersembahyang.

Mereka sigap menyeberangkan pemedek, pemangku, hingga pengempon pura yang hendak menuju pura utama di tengah laut, saat air pasang menggenangi akses jalan menuju Pura Tanah Lot.

Biasanya air laut di Tanah Lot mulai pasang sejak pukul 08.00 hingga 10.30 Wita. Akibatnya, akses menuju pura terputus oleh genangan air setinggi lutut hingga pinggang orang dewasa.

Sebanyak dua unit rubber boat dikerahkan oleh 11 personel Satpolair dan delapan petugas Balawista untuk mengangkut para pemedek. 

Anak-anak bahkan diseberangkan dengan cara digendong, sedangkan sarana upakara banten juga diangkut menggunakan perahu karet.

“Kami siaga setiap pagi selama air pasang berlangsung, terutama antara pukul 05.00 hingga 11.00 Wita,” ujar Kasat Polair Polres Tabanan, AKP Putu Sartika.

Baca Juga: Studi Tour Dibatasi, Anggaran Diperketat, Tanah Lot Tetap Ramai Wisatawan

Menurutnya, gelombang pasang ini diperkirakan akan terus terjadi hingga Sabtu (10/5/2025). Untuk itu, ia mengimbau masyarakat yang hendak melaksanakan persembahyangan agar lebih berhati-hati dan memantau jadwal pasang surut air laut.

“Kalau memang air sedang tinggi, lebih baik sembahyang di areal pura yang ada di sisi daratan. Jangan dipaksakan menyeberang,” tegasnya.

Ketua Panitia Pujawali, Komang Dedy Sanjaya mengatakan, pihaknya telah menyusun jadwal pasang surut berdasarkan data tahun-tahun sebelumnya. Panduan ini dibagikan ke pemedek agar mereka bisa merencanakan waktu sembahyang dengan aman.

“Jika kondisi tidak memungkinkan, pemedek kami arahkan untuk sembahyang di Penataran Madya Tanah Lot,” ujarnya.

Demi kelancaran dan keamanan jalannya Karya Pujawali yang digelar 7–10 Mei 2025, panitia juga menggandeng pecalang, aparat Polri, TNI, serta instansi terkait lainnya. Petugas disiagakan di sejumlah titik, termasuk jalur menuju pura dan area parkir.

“Pengamanan terpadu sudah kami susun. Fokusnya adalah kenyamanan dan keselamatan pemedek, serta kelancaran arus wisatawan,” tandas Komang Dedy. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#Balawista #pemedek #pujawali #pengempon #polair #panitia #pura #tanah lot #pemangku