Radarbuleleng.jawapos.com- Sebanyak lebih dari 4 ribu orang akan terlibat dalam trail run terbesar di Bali.
Event yang digelar oleh Bali Trail Running ini terlaksana kembali untuk ke enam kali dalam 6 tahun terakhir.
Untuk tahun ini, mengusung nama BCA BTR Ultra 2025, kegiatan ini akan memperlombakan beberapa kategori. Mulai dari 7 Km, 7 Km kids, 15 Km, 30 Km, kategori ultra 60 km dan 10 Km.
Event yang berlangsung tanggal 9-11 Mei 2025 ini mengambil race venue di Batur Natural Hot Spring, Kintamani.
Rute yang akan dilalui peserta akan melalui 12 Desa yang ada di Kintamani, Bangli dan 3 Desa yang ada di wilayah Kabupaten Karangasem, dan tentunya akan melewati kawasan Geopark Batur yaitu area iconic black lava, Gunung Batur, area padang pasir culali, hutan pinus batur, tambahan untuk category 60 Km akan melalui Gunung Abang dan Bukit Trunyan,.
Khusus untuk category 100 Km juga akan melalui gunung tertinggi di Bali yaitu Gunung Agung.
I Putu Agus Darmayuda selaku Race Director mengatakan, event ini merupakan bagian dari Sport Tourism.
”Ini diharapkan mampu menjadi salah satu alternatif kegiatan wisata berbasis keindahan alam. Keterlibatan UMKM lokal dan beberapa pelaku ekonomi kreatif dalam event ini juga diharapkan mampu mendukung perputaran ekonomi masyarakat," katanya di Denpasar, Kamis (8/5).
Kadek Pio sekalu Sekretaris BTRU menjelaskan, animo peserta yang terlibat sangat besar.
Bahkan jumlah peserta mancanegara berjumlah kurang lebih 50 persen. Peserta mancanegara tersebut didominasi dari Malaysia dan Hongkong.
”67 persen peserta juga dari kaum produktif. Pada akhirnya akan memberi dampak ekonomi lanjutan kepada kawasan pariwisata di Kintamani, dan juga kepada UMKM di sekitar situ," bebernya.
Perputaran uang dalam event ini juga diprediksi lebih dari tahun sebelumnya. Dimana pada tahun lalu, perputaran uang dari event itu diprediksi mencapai kurang lebih Rp 31 miliar.
Bukan tanpa alasan, perputaran uang tersebut dihitung dari jumlah peserta yang memilih menginap di sejumlah hotel yang ada di seputaran kawasan Kintamani, Bangli.
Dari 4 ribu peserta yang terlibat, 3 ribu diantaranya menginap di sejumlah hotel dan penginapan di seputaran kawasan Kintamani.
”Artinya dengan rata-rata harga kamar 700 ribu di Kintamani, itu sudah capai 31 miliar. Belum lagi transportasi, makanan. Okupansinya di Kintamani sudah dari bulan lalu sudah mulai habis. Hotel yang termahal pun sudah habis semua. Bahkan hotel yang harganya 2 jutaan ke atas juga sudah habis," bebernya.
Selain di Kintamani, sebagian peserta juga terpaksa menginap di seputaran kawasan Ubud, Gianyar.
Hal itu dikarenakan hotel yang jadi tempat hunian di kawasan Kintamani sudah penuh oleh para peserta lainnya.
”Kami dari panitia juga berusaha memberikan pelayanan dengan memberikan beberapa villa. Tapi habis juga sehingga sebagian peserta kami over ke kawasan Ubud. Nah itu luar biasa perputaran ekonominya belum lagi transaksi dari panitia. Kalau tahun ini perkiraannya di atas tahun sebelumnya. Belanja panitia saja sudah Rp 6 miliar. Belum tiket pesawat dan lain-lainnya," pungkasnya.***
Editor : Donny Tabelak