Radarbuleleng.id – Para petani di Kecamatan Penebel, Kabupaten Buleleng, Bali, kini sedang dilanda keresahan.
Puluhan hektare tanaman padi di wilayah tersebut diserang hama tikus. Dampaknya sawah kerusakan parah hingga memicu potensi gagal panen yang menimbulkan kerugian hingga ratusan juta rupiah.
Salah satu wilayah terdampak parah adalah Subak Piling, Desa Mengesta, Kecamatan Penebel.
Pekaseh Subak Piling, Wayan Suka Astawa mengatakan, serangan hama tikus sudah terjadi sejak sebulan terakhir. Serangan bukannya mereda, tapi justru semakin luas.
"Tanaman padi milik petani yang usianya baru dua bulan, masih dalam tahap pertumbuhan, sudah habis dimakan tikus," ujar Suka Astawa.
Menurutnya dalam kondisi normal satu hektare sawah bisa menghasilkan 6 hingga 7 ton gabah. Namun akibat serangan ini, hasil panen diperkirakan hanya tinggal separuhnya. Bahkan sebagian petani terancam tak panen sama sekali.
"Totalnya sudah lebih dari 10 hektare lahan yang diserang tikus. Baru di Subak Piling saja," jelasnya.
Petani sebenarnya sudah melakukan berbagai cara untuk mengatasi serangan hama. Mulai dari pemberian racun, penyemprotan, hingga perburuan tikus secara manual menggunakan alat tradisional. Sayangnya, semua cara tersebut belum membuahkan hasil.
"Kami sudah coba semua, tapi serangan tikus justru makin meluas. Kami benar-benar kewalahan," keluhnya.
Kondisi ini pun sudah dilaporkan kepada penyuluh pertanian lapangan (PPL) dari Dinas Pertanian Tabanan. Petugas disebut sudah turun langsung ke lapangan sebanyak tiga kali untuk mengecek kondisi tanaman yang rusak.
Koordinator Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Dinas Pertanian Tabanan, I Gusti Putu Purnayasa membenarkan adanya serangan hama tikus di Kecamatan Penebel, khususnya di Subak Piling. Menurutnya, berbagai langkah pengendalian telah dilakukan.
“Kami sudah melakukan ritual ngrestiti di Kahyangan Bedugul, melakukan sanitasi lingkungan, memanfaatkan musuh alami, hingga menggunakan racun kimia. Namun memang, hingga saat ini belum bisa dikendalikan sepenuhnya,” ujarnya.
Data Dinas Pertanian mencatat, total lahan terdampak serangan hama tikus di Penebel mencapai 26 hektare. Dengan rincian, 6 hektare tergolong serangan ringan, 10 hektare sedang, 7 hektare berat, dan 3 hektare puso alias gagal panen total.
Total kerugian akibat serangan hama tersebut diperkirakan tembus hingga Rp 489 juta. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya