Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Amor ing Acintya. TKI Asal Bali Meninggal di Polandia. Begini Harapan Keluarga

Muhammad Basir • Rabu, 14 Mei 2025 | 14:54 WIB

 

RUMAH DUKA: Suasana di rumah duka I Komang Adi Kristiana, TKI asal Jembrana yang meninggal di Polandia.
RUMAH DUKA: Suasana di rumah duka I Komang Adi Kristiana, TKI asal Jembrana yang meninggal di Polandia.

RadarBuleleng.id - Seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) atau yang kini disebut Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Provinsi Bali, dikabarkan mengalami sakit hingga meninggal di negara Polandia.

Mendiang adalah I Komang Adi Kristiana, pekerja migran asal Banjar Sekar Kejula, Desa Yehembang Kauh, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana, Bali.

Adi Kristiana pergi merantau ke Polandia pada tahun 2022 silam melalui agen penyalur tenaga kerja resmi. Semestinya mendiang mengakhiri masa kerjanya pada 25 Maret 2025 lalu.

Namun sebelum kepulangan, mendiang harus dilarikan ke rumah sakit guna mendapatkan perawatan.

Hasil diagnosa tim medis, mendiang mengalami tuberkulosis paru akut. Sehingga harus menjalani perawatan intensif di ruang perawatan isolasi di rumah sakit Radomsko Hospital, Polandia. 

Selama menjalani perawatan medis, pihak agen terus berkomunikasi dengan korban. Sebab waktu kepulangan semakin dekat.

Sayangnya, sejak 28 Maret 2025, agen penyalur tenaga kerja dan keluarga tidak bisa lagi berkomunikasi dengan mendiang. Karena dalam perawatan intensif di ruang isolasi. Belakangan keluarga mendapat kabar bahwa mendiang telah meninggal dunia.

Kepala Bidang Penempatan Pelatihan Produktivitas dan Transmigrasi (P3T), pada Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Jembrana, I Putu Agus Arimbawa mengungkapkan, keluarga sangat terpukul dengan peristiwa tersebut.

Agus mengaku sudah datang ke rumah duka untuk menyampaikan bela sungkawa. Dia bertemu dengan orang tua mendiang, yakni I Gede Bagia dan Ni Wayan Murni.

Menurut Agus, keluarga berharap proses pemulangan jenazah putra bungsu mereka dapat segera dilakukan. 

”Keluarga sangat berharap jenazah anak kami bisa segera dipulangkan,” ujarnya.

Menurut penuturan orang tua mendiang, sejak kecil Adi jarang sakit. Karena itu, saat mendengar Adi sakit dan akhirnya meninggal, seluruh anggota keluarga merasa terpukul. 

Pihaknya keluarga juga menyerahkan sepenuhnya kepada perusahaan penempatan yang mengirimkan almarhum bekerja ke Polandia serta instansi terkait agar segera mempercepat proses pemulangan. Sehingga keluarga bisa melakukan upacara secara layak.

Agus Arimbawa menambahkan, pihak perusahaan penempatan melalui perwakilannya juga datang ke rumah duka. Pihak perusahaan mengklaim telah mengambil langkah-langkah percepatan. 

Bahkan perusahaan tetap bertanggung jawab secara moril dan material atas proses pengobatan serta pemulangan jenazah, meskipun masa kontrak almarhum berakhir pada 23 Maret lalu.

Saat ini pemulangan jenazah sudah diproses. Jenazah dititipkan sementara di salah satu Funeral House atau rumah duka yang ada di Polandia. Pihak perusahaan masih menunggu proses administrasi dari pemerintah setempat serta Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Warsawa. 

”Rencananya, setelah semua dokumen rampung, jenazah akan diterbangkan ke Jakarta, lalu dilanjutkan ke Bali melalui Bandara Ngurah Rai,” jelasnya. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#bali #meninggal #agen #tuberkulosis #rumah sakit #polandia #Merantau #jembrana #tki #medis #pekerja migran #tenaga kerja indonesia #pmi #tenaga kerja