RadarBuleleng.id - Sebanyak delapan orang perupa dari Komunitas Maharupa Batukaru, Tabanan, memamerkan karya-karya terbaik mereka.
Karya tersebut ditunjukkan dalam pameran bertajuk “Pesan dari Barat, Warna Rupa Jatiluwih”. Pameran berlangsung di Biji Art Space, Ubud hingga 31 Mei 2025 mendatang.
Mengusung semangat kolaborasi dan penguatan jejaring seni rupa, pameran tersebut menampilkan total 27 karya lukisan.
Para perupa merespon keindahan dan filosofi kehidupan khas Tabanan, khususnya kawasan Jatiluwih.
Salah satu perupa, Made Kenak mengatakan, tema yang diusung mengacu pada posisi geografis Tabanan di sisi barat Pulau Bali. Tema tersebut juga metafora untuk menyampaikan beragam gagasan melalui media visual.
"Setiap seniman membawa pesan dengan cara pandang masing-masing, namun semua mengarah pada makna yang saling menyatu," ujarnya.
Baca Juga: Ketika Walter Spies ‘Kembali’ ke Bali Lewat Pameran dan Film
Sementara itu, frasa Warna Rupa Jatiluwih menjadi penguat dari narasi yang dibawa. Menurut Made Kenak, warna dan rupa bukan sekadar unsur visual, tetapi juga merepresentasikan keragaman kehidupan serta harmoni yang menjadi ciri khas daerah Jatiluwih.
"Kami mengartikannya sebagai warna yang mewarnai kehidupan dan keberagaman," katanya.
Jatiluwih bukan hanya dikenal sebagai destinasi wisata, tetapi juga simbol kemakmuran agraris Bali.
Sistem irigasi tradisional Subak yang menjadi warisan budaya dunia turut menyiratkan filosofi kebersamaan dan keharmonisan yang mendasari semangat berkarya para perupa.
Ketua Komunitas Maharupa Batukaru, Nyoman Wijaya, menjelaskan bahwa komunitas ini terdiri dari seniman lintas generasi, mulai dari nama-nama besar yang telah menorehkan karya di kancah nasional hingga internasional, hingga perupa muda berbakat asal Tabanan.
"Secara kolektif, kami kerap menggelar berbagai kegiatan seni, mulai dari pameran, lokakarya, hingga aktivitas sosial budaya," ujarnya.
Adapun delapan orang seniman yang ambil bagian dalam pameran ini adalah Nyoman Wijaya, Nyoman Aptika, Wayan Sunadi Doel, Made Kenak Dwi A., Wayu Cupak Senayadi, Putu Sweca alias Cyx Daeng, Wayan Susana, dan Wayan Naya. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya