Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Banyak Truk “Nakal” Abaikan Jembatan Timbang Cekik, Petugas Nyaris Tertabrak

Muhammad Basir • Senin, 26 Mei 2025 | 01:22 WIB

 

TEROBOS: Salah satu truk yang menerobos jalur menuju jembatan timbang di Cekik, Gilimanuk.
TEROBOS: Salah satu truk yang menerobos jalur menuju jembatan timbang di Cekik, Gilimanuk.

RadarBuleleng.id – Sejumlah kendaraan angkutan barang yang melintas di Jalan raya Denpasar–Gilimanuk, terutama dari arah Pelabuhan Gilimanuk, kedapatan tidak mematuhi aturan wajib masuk jembatan timbang di Unit Pelayanan Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB) Cekik, Gilimanuk.

Pantauan di lapangan, tidak semua kendaraan barang seperti pikap, truk, hingga tronton mematuhi arahan petugas untuk masuk ke area penimbangan. 

Beberapa di antaranya justru melaju lurus tanpa mengindahkan petugas jaga maupun rambu yang terpasang jelas di sekitar lokasi.

Padahal, fungsi UPPKB atau jembatan timbang sangat krusial. Selain untuk mengukur berat kendaraan dan muatannya agar tidak melebihi kapasitas, jembatan timbang juga berperan menjaga kondisi jalan serta keselamatan lalu lintas. 

Apabila terbukti melanggar, petugas bisa melakukan penindakan langsung di tempat. Bahkan mengandangkan truk tersebut, hingga muatannya memenuhi syarat.

Pengawas Satuan Pelaksana UPPKB Cekik, I Made Ria Fran Dharma Yudha, mengakui masih banyak sopir angkutan barang yang membandel. 

Setiap hari, sedikitnya 50 kendaraan dilaporkan sengaja melewati jembatan timbang tanpa berhenti, meski sudah diarahkan masuk.

“Padahal rambu sudah jelas, petugas juga sudah mengarahkan. Tapi banyak yang nekat langsung tancap gas,” ungkapnya, Minggu (25/5/2025).

Bahkan, pernah terjadi insiden. Seorang petugas hampir tertabrak truk saat mencoba menghentikan kendaraan yang hendak kabur dari penimbangan.

“Sopir-sopir seperti ini sangat membahayakan petugas. Mereka melaju dengan kecepatan tinggi begitu melihat arah masuk timbang,” ujarnya.

Hingga kini, pihaknya belum mengetahui secara pasti alasan para sopir enggan masuk ke jembatan timbang. Namun ia menegaskan, aturan tersebut wajib dipatuhi demi kepentingan bersama.

“Kami imbau sopir dan pengusaha angkutan barang agar taat aturan. Penimbangan ini bukan sekadar prosedur, tapi bagian dari pengawasan lalu lintas dan keselamatan,” tegasnya.

Dharma Yudha menyatakan, pihaknya tengah melakukan pembenahan internal. Selain memperkuat fungsi pengawasan, ia juga menekankan pentingnya menjaga integritas petugas di lapangan agar citra jembatan timbang tetap bersih dari praktik pelanggaran. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#kendaraan #truk #petugas #rambu #angkutan #tronton #jalan #lalu lintas #pelabuhan #gilimanuk #cekik #jembatan timbang #sopir #pikap