Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Waspada! Pelaku Hipnotis Berkeliaran, Korbannya Pedagang Tahu Tempe di Pasar Galiran

Dewa Ayu Pitri Arisanti • Rabu, 28 Mei 2025 | 15:05 WIB
Ni Luh Kadek Novi Andani, didatangi polisi setelah mengaku menjadi korban hipnotis ketika berjualan tahu dan tempe di Pasar Umum Galiran.
Ni Luh Kadek Novi Andani, didatangi polisi setelah mengaku menjadi korban hipnotis ketika berjualan tahu dan tempe di Pasar Umum Galiran.

Radarbuleleng.jawapos.com- Ni Luh Kadek Novi Andani, 31, warga Desa Sulang, Kecamatan Dawan, mengaku menjadi korban hipnotis ketika berjualan tahu dan tempe di Pasar Umum Galiran, Minggu lalu (25/5) sekitar pukul 06.30.

Pelakunya dalam beraksi dengan modus meminjam uang kepada korban.

Kapolsek Klungkung, Kompol I Wayan Sujana, Selasa kemarin (27/5) saat dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa tersebut.

Mendengar adanya peristiwa tersebut, dia bersama sejumlah personel Polsek Klungkung lainnya mendatangi rumah korban kemarin untuk menindaklanjuti peristiwa tersebut. Meski korban tidak melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Klungkung.

”Kami juga memberikan santunan kepada korban sebagai wujud kepedulian dan ikut merasakan apa yang telah dialami oleh korban mengingat korban sampai saat ini masih merasa syok dan trauma,” terangnya.

Berdasarkan keterangan korban, Sujana menuturkan peristiwa tersebut bermula ketika seorang ibu-ibu yang tidak diketahui identitasnya oleh korban dengan ciri-ciri menggunakan mukena putih menghampirinya.

Pelaku juga diketahui menggunakan baju krem, berkacamata bening, menggunakan masker dan membawa barang belanjaan.

Wanita tersebut juga membawa kantong plastik yang berisi kerupuk udang, sayur kol dan daun ubi, berbelanja tahu dan tempe di tempat korban.

Namun setelah tahu seharga Rp100 ribu dibungkus, dan dua bungkus tempe, masing-masing Rp40 ribu sehingga total harga Rp180 ribu, pelaku tidak membayar barang belanjaannya itu.

Malah justru meminta uang sebesar Rp200 ribu dengan alasan akan dikembalikan setelah anaknya datang.

”Pelaku lalu meninggalkan korban dengan meninggalkan barang belanjaannya untuk dititipkan, termasuk tahu dan tempe yang akan dibelinya,” jelasnya.

Selang beberapa menit, pelaku kembali ke tempat jualan korban dan meminta uang sebesar Rp300 ribu dan korban tetap memberikannya. Sehingga total uang yang diserahkan kepada pelaku sebesar Rp500 ribu.

”Saat korban menyerahkan uang pertama sejumlah Rp200 ribu, korban merasa masih sadar dan mengetahui apa yang telah di lakukannya, mengingat pelaku juga mengatakan bahwa dirinya merupakan orang dari Klungkung dan setelah anaknya datang uang yang dipinjamnya akan dikembalikan,” katanya.

Namun ketika pelaku meminta uang yang kedua kalinya sebesar Rp300 ribu, sebelumnya korban sempat disentuh dan ditatap matanya hingga akhirnya kesadarannya hilang dan langsung mengambil uang sebesar Rp300 ribu.

”Kemudian pelaku meninggalkan korban tanpa membawa barang yang dititipkan sebelumnya serta tahu dan tempe yang akan dibelinya,” bebernya.

Atas adanya peristiwa tersebut, dia mengimbau kepada masyarakat untuk selalu berhati-hati agar tidak menjadi korban yang serupa ataupun hal-hal lain yang dapat mengganggu situasi Kamtibmas.

”Jika mengetahui dan mengalami hal-hal serupa agar dalam kesempatan pertama untuk melaporkan kejadiannya baik secara langsung maupun dengan menghubungi Nomor 110,” tandasnya.***

Editor : Donny Tabelak
#tahu tempe #polsek klungkung #pasar galiran #hipnotis