Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Abrasi di Bali Makin Parah. Puluhan Rumah di Pesisir Jembrana Rusak Berat

Muhammad Basir • Jumat, 30 Mei 2025 | 23:20 WIB
DAMPAK ABRASI: Rumah warga di Deas Banyubiru rusak parah gara-gara abrasi.
DAMPAK ABRASI: Rumah warga di Deas Banyubiru rusak parah gara-gara abrasi.

RadarBuleleng.id – Gelombang tinggi yang menerjang pesisir Kabupaten Jembrana, Bali, selama dua hari terakhir menyebabkan kerusakan parah. Sebanyak 31 unit rumah warga dilaporkan rusak, sebagian besar dalam kondisi berat. 

Warga terdampak terpaksa mengungsi ke rumah kerabat atau mengontrak tempat tinggal sementara, sambil menunggu cuaca kembali normal.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jembrana, I Putu Agus Artana Putra mengatakan, hampir seluruh wilayah pesisir Jembrana mengalami dampak langsung dari gelombang besar dan banjir rob.

“Dari Rabu (28/5/2025), gelombang tinggi memicu banjir rob dan merusak rumah warga di sepanjang garis pantai Jembrana,” ujar Artana.

Ada tiga desa yang mengalami dampak paling parah. Yakni Desa Perancak di Kecamatan Jembrana, serta Desa Pengambengan dan Desa Banyubiru di Kecamatan Negara. 

Baca Juga: Abrasi di Bali Barat Makin Parah. Warga Terpaksa Mengungsi

Banjir rob sempat menggenangi permukiman dan fasilitas umum. Namun surut setelah gelombang mereda.

Kerusakan signifikan justru terjadi akibat ombak besar yang menghantam rumah-rumah warga. Di Desa Pengambengan, ada enam rumah dilaporkan rusak. Tiga di antaranya rusak berat. 

Sementara di Banjar Pebuahan, Desa Banyubiru, sebanyak 25 unit rumah mengalami kerusakan sedang hingga berat.

“Wilayah Pebuahan jadi yang paling parah. Banyak rumah warga yang memang sudah berada di garis pantai karena abrasi, sehingga sangat rentan terkena terjangan ombak,” jelasnya.

Selain rumah warga, gelombang tinggi juga merusak infrastruktur lain. Pipa air milik Perumda Air Minum Jembrana putus akibat hantaman ombak, menyebabkan puluhan pelanggan kesulitan mengakses air bersih.

“Kebutuhan mendesak saat ini adalah air bersih, karena suplai terputus. Kami sedang upayakan penanganan darurat,” kata Artana.

Saat ini, BPBD Jembrana terus melakukan pemantauan dan penilaian kerusakan. Artana mengingatkan, potensi gelombang tinggi masih mengintai wilayah pesisir Jembrana hingga beberapa bulan ke depan, bahkan bisa berlangsung sampai Agustus.

“Kami imbau masyarakat pesisir tetap waspada, terutama yang tinggal di dekat bibir pantai. Segera cari tempat aman bila gelombang kembali tinggi,” tandasnya. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#bali #pebuahan #abrasi #Banyubiru #pantai #rumah #pesisir #jembrana #air minum #bpbd #ombak #banjir #pengambengan