RadarBuleleng.id – Menjelang hari raya Idul Adha, arus kendaraan keluar Bali melalui Pelabuhan Gilimanuk mengalami lonjakan signifikan.
Peningkatan terjadi pada malam hari, dengan dominasi kendaraan roda dua yang menyeberang menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi.
Data produksi selama 24 jam pada Selasa, 3 Juni mencatat, total penumpang mencapai 27.368 orang.
Sementara jumlah kendaraan yang menyeberang terdiri dari 4.095 unit sepeda motor, 2.183 mobil pribadi, 346 bus, dan 2.289 truk. Total kendaraan yang menyeberang tercatat sebanyak 8.937 unit.
Lonjakan ini sudah diprediksi sejak awal oleh pengelola pelabuhan. Salah satu langkah antisipasi yang dilakukan adalah dengan menambah satu unit kapal reguler.
Jika pada hari biasa terdapat 28 kapal yang melayani lintasan Selat Bali, kini jumlahnya bertambah menjadi 29 kapal.
Baca Juga: Jelang Idul Adha, Arus Penyeberangan di Pelabuhan Gilimanuk Diprediksi Melonjak
Manajer Usaha Pelabuhan Gilimanuk, Ryan Dewangga mengatakan, lonjakan paling mencolok terjadi pada kendaraan roda dua.
Meski terjadi peningkatan, jumlah kapal yang beroperasi dinilai masih mencukupi untuk melayani kebutuhan penyeberangan.
"Karena kedatangan kendaraan tidak bersamaan, proses pemuatan ke kapal berjalan lancar dan tidak menimbulkan antrean panjang seperti saat arus mudik Idul Fitri. Distribusi kedatangan yang merata membuat operasional tetap normal," jelasnya.
Pihak pelabuhan juga terus memantau pergerakan lalu lintas dan data produksi harian guna mengantisipasi jika terjadi lonjakan lebih tinggi.
Pantauan kemarin menunjukkan, volume kendaraan masih tinggi dan diperkirakan terus padat hingga hari ini. Mengingat Hari Raya Idul Adha jatuh besok. Banyak pemudik asal Jawa Timur memilih pulang kampung lebih awal.
"Penyeberangan terpantau padat, namun semua masih terakomodasi dan penyeberangan berjalan lancar," pungkas Ryan. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya