Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Program TNI Manunggal Membangun Desa Selesai, Investor Mangga Dipersilahkan Masuk

Francelino Junior • Jumat, 6 Juni 2025 | 01:05 WIB

 

Setelah berlangsung selama sebulan, TMMD ke-124 di Desa Depeha, Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng kini telah selesai.
Setelah berlangsung selama sebulan, TMMD ke-124 di Desa Depeha, Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng kini telah selesai.

Radarbuleleng.jawapos.com- Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) di Kabupaten Buleleng resmi berakhir pada Rabu (4/6), sejak dimulai pada Selasa (6/5).

Kini pembangunan di Desa Depeha, Kecamatan Kubutambahan dilanjutkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng.

Diketahui dalam TMMD ke-124 ini, sejumlah proyek fisik dilakukan. Seperti pembukaan dan perabatan beton jalan usaha tani yang menghubungkan Desa Depeha dan Bukti sepanjang 1.255 meter dengan lebar jalan enam meter lanjut rabat beton selebar empat meter.

Kemudian pekerjaan senderan di empat titik dengan ketinggian satu sampai lima meter. 

Lalu selokan drainase dan saluran air sepanjang 501 meter. Lanjut gorong-gorong sepanjang enam meter, lebar 0,80 meter; dan kedalaman 0,55 meter.

Tambahannya adalah pembangunan tiga unit MCK, satu reservoar, pipanisasi sepanjang dua kilometer, dan perbaikan tiga unit RTLH.

”Kami mendorong dan sangat terbuka, kalau ada yang mau investasi di Buleleng, untuk mengelola dan mengolah mangga Depeha, sebagai produk unggulan,” ujar Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna.

Menurutnya, dengan adanya jalan beton baru yang penyelesaian pembangunannya dibantu oleh TNI, maka tidak hanya aktivitas masyarakat Desa Depeha yang terbantu, tetapi juga produksi mangga mereka juga akan ikut berdampak.

Setidaknya dengan jalan beton tersebut, yang menghubungkan Desa Depeha dengan Desa Bukti, memudahkan dalam proses distribusi mangga untuk dijual ke pasaran.

”Tentu perekonomian masyarakat terbantu dengan jalan baru, yang dibangun TNI lewat TMMD,” ucap Supriatna.

Sementara itu, Danrem 163/Wira Satya, Brigjen TNI Ida Idewa Agung Hadisaputra mengatakan, selama pelaksanaan TMMD ke-124 di Desa Depeha, hanya cuaca yang menjadi kendala utama.

Sebab belakangan ini kondisi cuaca memang tidak menentu, terkadang hujan, terkadang panas.

Katanya, partisipasi masyarakat dan elemen masyarakat lainnya dalam membantu pengerjaan proyek fisik dan non fisik, sangat tinggi.

Tentu ini menjadi semangat tersendiri, dalam menyelesaikan target-target proyek selama satu bulan dan tepat waktu.

”Prajurit TNI yang ikut dalam TMMD ini, kembali ke satuan masing-masing akan dicek kesehatannya. Kami berikan kesejahteraan, dalam artian berikan libur dan istirahat,” kata Brigjen Agung Hadi.

Untuk diketahui, TMMD di Desa Depeha melibatkan 150 orang dari TNI, Polri, dan Pemkab Buleleng, ditambah masyarakat, serta relawan.

Anggaran kegiatan pembangunan fisik dan non fisik berasal dari APBD Pemkab Buleleng senilai Rp2 miliar.

Rinciannya Rp1.535.827.385 untuk kegiatan fisik dan Rp464.172.615 untuk kegiatan non fisik. Ada juga dari Mabes TNI untuk operasional sebesar Rp484.500.000.***

Editor : Donny Tabelak
#tmmd #pemkab buleleng #investor #tni manunggal membangun desa