Geger, Dua Kelompok Pemuda Terlibat Baku Hantam di Depan Warung, Lima Orang Dikejar Polisi
Andre Sulla• Kamis, 26 Juni 2025 | 19:05 WIB
Ketengan terjadi di depan Toko Sumber Bening, Jalan Setra Dalem 2A, Sesetan, Denpasar Selatan, Senin 23 Juni 2025 lalu.
Radarbuleleng.jawapos.com- Aksi baku hantam dua kelompok pemuda pecah di Kota Denpasar. Keributan akibat salah paham ini berlangsung di depan Toko Sumber Bening, Jalan Setra Dalem 2A, Sesetan, Denpasar Selatan, Senin 23 Juni 2025 sekitar pukul 21.30 WITA.
Polisi saat ini sudah mengamankan dua pemuda, sementara lima orang lainnya masih dalam pengejaran.
Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasi Humas) Polresta Denpasar AKP Ketut Sukadi mengatakan, peristiwa itu bermula saat dua remaja, yakni DV, 18, dan AS, 16, datang ke warung milik Muhammad Rofi dalam kondisi diduga mabuk.
Tujuan keduanya untuk membeli bahan bakar minyak (BBM) Pertamax seharga Rp 5.000. Karena warung tidak menjual eceran di bawah harga standar, permintaan ditolak. Hanya saja istri pemilik warung mengizinkan pembelian tersebut.
Namun, sebelum pengisian BBM dilakukan, tiba-tiba datang sekitar lima orang laki-laki tak dikenal.
"Ke lima orang anak muda itu langsung terlibat keributan dengan DV dan AS, hingga aksi saling pukul tak terhindarkan di depan warung tersebut," ungkap Juru Bicara (Jubir) Polresta Denpasar, AKP I Ketut Sukadi, Rabu (25/6).
Saksi lain, Triadi Darmawan, 30, yang berada di kios tak jauh dari lokasi kejadian, mendengar suara sepeda motor terjatuh lalu melihat adanya perkelahian di luar.
Ia pun menghubungi pihak kepolisian. Petugas yang menerima laporan masyarakat, langsung menuju ke lokasi.
"Tim mengamankan dua orang yang terlibat masalah ke Polsek Denpasar Selatan,” kata AKP Sukadi.
Hingga saat ini belum ada laporan korban luka dalam insiden tersebut, namun polisi masih melakukan penyelidikan terhadap identitas lima pelaku lainnya yang memicu keributan.
Sukadi menyebut, pihaknya masih dalami motif dan kemungkinan keterlibatan geng remaja dalam kejadian ini.
Polresta Denpasar imbau masyarakat, khususnya para remaja, untuk menghindari konsumsi miras.
"Ya, tujuannya agar tidak terlibat dalam tindakan yang dapat meresahkan lingkungan,” pungkasnya.***