Radarbuleleng.jawapos.com- Gelombang tinggi terjadi di perairan Selat Bali beberapa hari terakhir.
Gelombang tinggi yang dipengaruhi angin kencang ini, diperkirakan terjadi hingga beberapa hari ke depan dan puncaknya pada 28 Juni mendatang.
Nelayan dan pelaku usaha pelayaran diimbau untuk mewaspadai potensi gelombang tinggi yang terjadi ini.
Akibat gelombang tinggi ini warga pesisir was-was, karena berpotensi berdampak pada pemukiman warga.
Karena selain ombak besar yang menghantam pemukiman, berpotensi terjadi banjir rob.
Gelombang tinggi juga membuat revetmen pantai di Banjar Pebuahan, Desa Banyubiru semakin parah.
Batu pondasi pada bagian luar senderan hancur, paving yang terpasang pada jogging track juga porak poranda.
Gelombang tinggi yang terjadi di Selat Bali, mulai dari wilayah selatan hingga utara, disebabkan oleh angin kencang dari selatan ke utara dengan kecepatan angin berkisar antara 10-20 knot.
”Angin kencang terjadi sejak empat hari terahir ini, memicu terjadinya gelombang tinggi di perairan selat Bali,” ujar Kepala Stasiun Klimatologi Bali di Jembrana Aminudin Al Roniri, didampingi staf analisa Trayi Budi Samantu.
Menurutnya, gelombang tinggi yang terjadi di Selat Bali, berkisar antara 2 - 2,5 meter.
Selain itu, arus mengalami peningkatan kecepatan hingga 1,5 meter per detik.
Kondisi ini diprediksi terjadi hingga beberapa hari ke depan dan akan mencapai puncaknya pada akhir bulan, tepatnya 28 Juni mendatang.
Selian itu, dengan adanya potensi hujan deras yang akan terjadi hingga akhir bulan Juni ini, saat kondisi angin dan gelombang tinggi maka berpotensi besar menyebabkan banjir rob.
”Berpotensi banjir rob. Apalagi dibarengi hujan,” ungkapnya.
Kondisi cuaca ini harus diwaspadai, terutama warga pesisir dan nelayan. Nelayan diharapkan tidak melaut dulu.
”Dengan kondisi angin kencang ini, nelayan tidak melaut dulu,” ungkapnya.
Palabuhan penyeberangan juga diharapkan untuk mengantisipasi dengan maintenance kapal.
Selain itu, lebih baik menggunakan kapal yang lebih besar untuk penyeberangan, sehingga bisa meminimalisir dampak cuaca.
”Kami selaku mengupdate perkiraan cuaca kepada stakeholder terkait, sehingga bisa menjadi acuan untuk pelaku usaha pelayaran,” terangnya.***
Editor : Donny Tabelak