Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

BMKG Minta Warga Waspada. Cuaca Ekstrem Masih Mengintai Selat Bali

Bagus Rio Rohman • Kamis, 3 Juli 2025 | 21:44 WIB
CUACA BURUK: Kondisi cuaca buruk di Selat Bali.
CUACA BURUK: Kondisi cuaca buruk di Selat Bali.

RadarBuleleng.id - Cuaca ekstrem diperkirakan masih berpotensi terjadi di wilayah perairan Selat Bali dan sekitarnya. 

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap kondisi cuaca yang belum stabil. Utamanya nelayan dan pengguna jasa penyeberangan di Selat Bali.

Prakirawan BMKG Banyuwangi, Yustoto Windiarto menjelaskan, cuaca buruk di Selat Bali dipicu oleh aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO). 

Hal itu merupakan sebuah fenomena atmosfer yang memicu peningkatan pembentukan awan hujan di wilayah tropis.

“MJO adalah pergerakan sistem konveksi (awan dan hujan) dari Samudra Hindia menuju Samudra Pasifik di sepanjang wilayah ekuator, dan bisa berdampak pada peningkatan curah hujan dalam periode 30 sampai 60 hari,” jelas Yustoto, Rabu (2/7/2025).

Baca Juga: KMP Tunu Pratama Jaya Tenggelam di Selat Bali. Berikut Daftar Manifest Penumpang

Meski saat ini wilayah Bali dan Jawa Timur secara klimatologis sudah memasuki musim kemarau, keberadaan MJO membuat pola cuaca menjadi tidak menentu. 

Akibatnya, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang masih berpeluang turun, disertai angin kencang yang dapat memicu gelombang tinggi di laut.

“Kondisi ini yang menyebabkan cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi, meskipun secara umum seharusnya kita sudah memasuki musim kemarau,” ujarnya.

Yustoto mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah pesisir dan beraktivitas di laut, agar selalu memantau pembaruan informasi cuaca dari BMKG. 

Terlebih bagi pengguna jalur penyeberangan di Selat Bali. Kondisi gelombang tinggi bisa membahayakan keselamatan pelayaran.

“Kami menghimbau warga untuk selalu waspada dan memperhatikan update prakiraan cuaca serta peringatan dini gelombang tinggi dari BMKG. Terutama bagi yang tinggal dan bekerja di wilayah pesisir serta pengguna jasa transportasi laut,” katanya.

BMKG juga mencatat, potensi angin kencang masih bisa terjadi dalam beberapa hari kedepan, sebagai dampak lanjutan dari aktivitas MJO.

“Angin kencang berpotensi menimbulkan gelombang tinggi di perairan Selat Bali. Kondisi ini patut diwaspadai,” tegasnya. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#bali #nelayan #cuaca #selat bali #bmkg #pesisir #laut #hujan #gelombang tinggi #cuaca ekstrem