Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Cerita Keluarga I Nengah Sudana, Korban Tewas Diserang Ayam Aduan di Arena Tajen

Zulfika Rahman • Selasa, 29 Juli 2025 | 19:05 WIB
Suasana rumah duka korban tertusuk taji ayam di kampung halamannya di Desa Antiga Kelod, Kecamatan Manggis, Karangasem.
Suasana rumah duka korban tertusuk taji ayam di kampung halamannya di Desa Antiga Kelod, Kecamatan Manggis, Karangasem.

Radarbuleleng.jawapos.com- I Nengah Sudana menjadi korban serangan ayam aduan di arena tajen Abian Tubuh, Kelurahan Kesiman, Denpasar Timur pada Minggu lalu (27/7).

Keluarga korban pun mengaku sudah menerima kepergian mendiang sebagai musibah. 

Tampak, suasana duka dirasakan keluarga mendiang I Nengah Sudana. Di kampung halamannya yang ada di Banjar Dinas Bengkel, Desa Antiga Kelod, Kecamatan Manggis, tampak telah mempersiapkan sejumlah sarana pemakaman. 

Kepergian pria 50 tahun itu meninggalkan duka mendalam. Pihak keluarga pun tak menyangka, serangan ayam aduan dengan kondisi pisau taji masih terpasang menusuk bagian perut hingga menyebabkan Sudana kehilangan nyawa.

Sepupu korban, I Made Arjana mengatakan, pihak keluarga tak memiliki firasat apapun. Kesehariannya, Sudana memang mencari penghasilan di arena tajen. Dan sudah berlangsung lama.

”Memang sejak lama di sana mata pencahariannya,” kata Arjana saat ditemui Senin (28/7).

Di mata keluarga, Sudana dikenal cukup ramah dan mudah bergaul. Tak heran, ia memiliki cukup banyak teman.

Meski jarang pulang ke kampung halamannya, namun Sudana selalu berkabar dengan keluarga yang ada di kampung.

”Setahun paling pulang dua kali. Saat ada upacara. Karena mendiang (Sudana), memang besar di Denpasar,” ucap Arjana.

Sejak beberapa tahun terakhir, kata Arjana, korban mengalami gangguan kesehatan. Bahkan sempat opname akibat penyakit asam lambung dan gangguan pernafasan.

”Dia tidak pernah memperlihatkan kondisinya tersebut karena orangnya memang ceria,” ujarnya.

Sudana sendiri memiliki tiga orang anak dari hasil pernikahannya. Pasca dinyatakan meninggal dunia akibat insiden berdarah itu, jenazah korban langsung dibawa ke kampung halamannya di Desa Antiga Kelod untuk dimakamkan.

”Sebelum kejadian kami pihak keluarga tidak ada firasat apapun. Begitu saya mendapat kabar, saya langsung ke rumah sakit. Tapi saat sampai, dia sudah meninggal,” ucapnya.

Dengan kepergian Sudana, pihak keluarga merasa terpukul. Terlebih, selama ini korban merupakan tulang punggung keluarga.

Dari kejadian ini, pihak keluarga juga berusaha menerima kepergian mendiang Sudana dengan ikhlas. ”Kami menerima kejadian ini sebagai bagian dari musibah,” tandasnya.***

Editor : Donny Tabelak
#arena tajen #Ayam Aduan #tajen #Desa Antiga #Kesiman #sabung ayam