Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Dampak Gelombang Tinggi di Pesisir Bali, Perahu Nelayan di Jembrana Hancur

Muhammad Basir • Rabu, 30 Juli 2025 | 16:34 WIB

 

RUSAK PARAH: Perahu milik nelayan mengalami kerusakan parah karena diterjang gelombang pasang.
RUSAK PARAH: Perahu milik nelayan mengalami kerusakan parah karena diterjang gelombang pasang.

RadarBuleleng.id - Cuaca ekstrem kembali menimbulkan kerusakan di wilayah pesisir Kabupaten Jembrana, Bali. 

Sebuah perahu fiber milik nelayan di Banjar Pebuahan, Desa Banyubiru, Kecamatan Negara, hancur setelah dihantam gelombang tinggi, Selasa (29/7/2025) pagi. 

Perahu sepanjang 12 meter itu terbelah dua usai terseret arus dan menghantam senderan pantai berbatu armor.

Menurut warga setempat, Hariyanto, insiden tersebut diketahui sekitar pukul 07.30 WITA. Saat itu, perahu milik Bahrullah diketahui terparkir di laut, sekitar 150 meter dari garis pantai. 

Namun, akibat angin kencang dan gelombang tinggi yang terjadi sejak malam sebelumnya, tali pengikat perahu diduga terputus hingga perahu terombang-ambing dan akhirnya hanyut ke darat.

“Perahu langsung menghantam senderan dan hancur,” ujar Hariyanto.

Meski bodi perahu hancur total, nelayan masih sempat menyelamatkan peralatan jaring dan mesin kapal sebelum terseret lebih jauh ke tengah laut. 

Warga pun langsung bergotong royong mengevakuasi sisa perahu dan perlengkapan ke darat. Total kerugian ditaksir mencapai Rp 80 juta.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jembrana, I Nyoman Winata membenarkan kejadian tersebut. 

Ia menyebut, pihaknya sudah melakukan asesmen di lokasi kejadian. Berdasarkan analisis awal, peristiwa diduga terjadi sejak Senin (28/7/2025) malam sekitar pukul 24.00 WITA.

“Perahu diparkir sekitar 1 mil dari pantai. Karena gelombang besar dan angin kencang, tali tambatnya putus dan perahu terseret ke arah barat hingga menghantam pantai,” terangnya.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, perahu dengan kapasitas angkut lima ton itu rusak parah. 

Pihaknya mengimbau para nelayan agar lebih waspada terhadap potensi cuaca buruk, terutama saat menambatkan perahu di tengah laut.

Selain kerusakan perahu, angin kencang di Jembrana juga menyebabkan pohon tumbang di Lingkungan Dewasana, Kelurahan Pendem, Kabupaten Jembrana. 

Peristiwa terjadi pada Senin malam sekitar pukul 23.40 WITA. Sebuah pohon cengkih berdiameter 30 sentimeter dan panjang 8 meter tumbang dan menimpa pelinggih hingga rusak.

“Hujan disertai angin kencang jadi penyebab tumbangnya pohon,” jelas Winata. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#bali #nelayan #fiber #Mesin #pesisir #Gelombang #laut #jembrana #perahu #kapal #angin kencang #cuaca ekstrem