Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Amor Ing Acintya, Penumpang Kapal Tujuan Gilimanuk- Ketapang Pingsan lalu Meninggal

Muhammad Basir • Selasa, 5 Agustus 2025 - 23:22 WIB

 

Penumpang kapal yang meninggal saat akan dievakuasi ke darat dengan ambulans.
Penumpang kapal yang meninggal saat akan dievakuasi ke darat dengan ambulans.

Radarbuleleng.jawapos.com- Penumpang Kapal Motor Penumpang (KMP) Bontang Express 2, mendadak heboh karena ada seorang penumpang yang pingsan, Senin (4/8).

Kapal yang akan bertolak dari Pelabuhan Gilimanuk tujuan Pelabuhan Ketapang, kemudian kembali ke Pelabuhan Gilimanuk untuk membawa penumpang mendapat perawatan medis lebih lanjut.

Informasi yang dihimpun, penumpang tersebut diketahui bernama Syahroni, 55, asal Dusun Langgudi, Desaa Ujung Piring, Kecamatan/Kabupaten Bangkalan.

Korban merupakan penumpag bus EA 7526 A yang berangkat dari Sumbawa, Nusa Tenggara Barat tujuan Jawa Timur.

Berdasarkan berita acara nakhoda KMP Bontang Express 2 Nafiul Anam, peristiwa terjadi Senin pagi sekitar pukul 02.20 WITA.

Pada saat kapal melakukan olah gerak untuk keluar dari dermaga moveable bridge (MB) 2 Pelabuhan Gilimanuk, salah satu penumpang menyampaikan bahwa ada seorang penumpang laki- laki pingsan di atas kapal.

Nakhoda kemudian menyampaikan kepada local port sevice (LPS) Pelabuhan Gilimanuk, bahwa ada penumpang kapal yang pingsan, membutuhkan ambulan secepatnya.

Nakhoda kapal kemudian memutar haluan kembali ke dermaga agar penumpang bisa mendapatkan perawatan medis.

Sebelum ambulan datang, anak buah kapal sudah melakukan penanganan awal dengan memberikan oksigen kemudian membawa penumpang dengan tandu ke ambulan.

Sayangnya, saat tiba di Pelabuhan Gilimanuk selanjutnya dilakukan pengecekan fisik luar oleh petugas Balai besar Karantina Kesehatan (BBKK) Denpasar, dinyatakan meninggal mengingat denyut nadi tidak teraba dan tanda - tanda vital tidak terukur.

”Penumpang meninggal, diduga karena sakit, ” ujar Komandan Pos Angkatan Laut (Danposal) Gilimanuk, Letda Laut (P) Bayu Primanto.

Dugaan korban meninggal karena sakit ini berdasarkan keterangan dari anaknya, Hamzah, 23, menyampaikan bahwa ayahnya bekerja sebagai kuli bangunan pada sebuah proyek di Sumbawa.

Karena, mengeluh sakit sesak nafas kambuhan sejak beberapa hari, pihak mandor menyarankan untuk pulang kampung untuk berobat.

Ia berangkat dari Sumbawa Minggu (3/8) pagi sekitar pukul 04.00 wita.

”Korban berangkat dari Sumbawa bersama anaknya menumpang bus untuk pulang,” jelasnya.

Menurut keterangan anaknya, saat berada dalam kapal KMP Bontang Ekspres 2, sekitar pukul 02.20 wita ayahnya hendak ke kamar mandi.

Setelah dari kamar mandi tiba-tba lemas dan pingsan. Sekitar 10 menit kemudian, saat tiba di dermaga dan diperiksa petugas BBKK Denpasar Wilker Gilimanuk bahwa korban sudah dinyatakan meninggal.

Dengan adanya kejadian tersebut anaknya menerima dan memohon bantuan agar korban bisa dipulangkan ke rumah duka di daerah Desa Gombeng Sari, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi.

Sekitar pukul 06.30 WITA, diberangkatkan ke rumah duka dengan ambulan dan menyeberang menggunakan KMP Trisila Bakti.***

 

 

 

 

Editor : Donny Tabelak
#penumpang kapal #pelabuhan gilimanuk #amor ing acintya #ketapang