Dihantam Ombak, Kapal Cepat Dolphin II Tenggelam di Sanur, Dua Turis Tiongkok Tewas
Andre Sulla• Rabu, 6 Agustus 2025 | 22:20 WIB
Kapal terbalik dihantam ombak di perairan Sanur, Denpasar. Puluhan orang berhasil diselamatkan.
Radarbuleleng.jawapos.com– Kapal cepat (fast boat) Dolpin II yang tengah berlayar dari PelabuhanNusa Penida menuju Pelabuhan Sanur mengalami kecelakaan setelah dihantam ombak besar.
Kabar terbaru, dari kecelakaan laut di perairan Bali itu menewaskan dua orang turis asal Tiongkok. Sementara puluhan penumpang lainnya berhasil diselamatkan.
Sekadar diketahui, Boat tersebut dioperasikan oleh perusahaan Axe Stone terbalik dan tenggelam akibat dihantam gelombang besar di Muara Pelabuhan Sanur, Denpasar, pada Selasa (5/8) sekitar pukul 15.00 WITA.
Dalam peristiwa tersebut, dua wisatawan asal Tiongkok, yakni Shi Guo Hong dan Hanqing Yu, dinyatakan meninggal dunia.
Jenazah keduanya telah dievakuasi dan dibawa ke kamar jenazah Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof. Ngoerah, Denpasar, untuk proses identifikasi lebih lanjut.
Speed boat nahas tersebut diketahui membawa sebanyak 75 orang penumpang dan diawaki oleh Kapten I Kadek Ariawan bersama empat anak buah kapal (ABK).
"Kapal berangkat dari Pelabuhan Br. Nyuh Nusa Penida menuju Pelabuhan Sanur sekitar pukul 14.30 WITA," beber sumber petugas kepolisian, Selasa (5/8).
Namun, saat akan memasuki pelabuhan dan melakukan manuver ke arah Pantai Padang Galak, kapal dihantam ombak besar yang menyebabkan terbalik dan tenggelam.
“Kami telah mengidentifikasi dua korban meninggal dunia, keduanya wisatawan asal Tiongkok,”ujar petugas saat ditemui di lokasi.
Selain korban meninggal, sebanyak 15 orang lainnya mengalami luka-luka dan kini tengah dirawat intensif di RS Bali Mandara, Denpasar Selatan.
Mayoritas korban luka adalah wisatawan asing. Di antaranya Anna Vinokurova, David Mac Eachen, Aronas Penkauskas, Luk Recija Penkauskaite, Liuciya Penkauskiene, Sergei Vinnokuvov, Guo Xin Zhu.
Ada juga Sebastian Gough, Timothy Gough, Keren Gough, Mohamed ABS El Latif Jabri, Yu Yichen, Shaoxia Yu, I Made Ari Saputra, dan Anwar Fahri, 64, Dosen Universitas Mataram, asal Gunung Sari, Lombok Barat, NTB.
Proses evakuasi sempat memakan waktu karena sebagian penumpang terombang-ambing di laut sebelum berhasil diselamatkan oleh tim SAR dan nelayan. "Ya, ada juga aparat gabungan dari TNI-Polri," tutupnya.
Terkait dengan ini, Kasi Humas Polresta Denpasar AKP I Ketut Sukadi membenarkan.
Pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terhadap penyebab pasti insiden serta kelayakan kapal.
"Untuk sementara, anggota masih melakukan pendataan di lapangan," ujar Jubir Polresta Denpasar.***