RadarBuleleng.id - Gubernur Bali, Wayan Koster membahas percepatan vaksinasi dan pengendalian populasi anjing liar menuju target Bali Bebas Rabies. Pembahasan itu melibatkan Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Bali.
Ketua PDHI Cabang Bali, drh. I Dewa Made Anom, mengungkapkan ancaman rabies di Bali terus meningkat. Sepanjang tahun 2025 saja, tercatat ada 12 kasus suspek rabies pada manusia di Bali.
“Populasi anjing, khususnya anjing liar, menjadi tantangan besar dalam mengendalikan virus rabies,” jelasnya.
Ia menyebutkan, pengendalian harus dilakukan secara sistematis. Namun, di lapangan masih ditemukan hambatan berupa kampanye yang menghalangi penanganan anjing liar. Bahkan ada pihak yang mencoba menggagalkan penertiban anjing liar.
PDHI Bali mendorong kolaborasi dengan Satpol PP, perguruan tinggi, dan LSM yang memiliki visi sejalan. Upaya pengendalian akan tetap berpegang pada prinsip animal welfare, dengan fokus pada hewan yang menunjukkan gejala rabies.
Baca Juga: Tabanan Siaga Penyakit Mulut dan Kuku, Vaksinasi Sapi Digenjot, Rabies Sementara Distop
Menanggapi hal ini, Gubernur Koster menegaskan dukungannya terhadap langkah PDHI. Menurutnya, pengendalian anjing liar dan vaksinasi harus dilakukan tegas namun berperikemanusiaan.
“Jangan takut dalam pengendalian ini. Kita punya dasar hukum yang kuat. Kalau ada pihak-pihak yang menghalangi tanpa kewenangan, laporkan ke aparat,” tegasnya.
Pria asal Buleleng itu menekankan pentingnya pelibatan TNI dan Polri agar penanganan berjalan terkoordinasi dan aman, mengingat rabies bisa menular ke manusia dan mencoreng citra pariwisata Bali.
“Ini soal keselamatan manusia dan nama baik Bali. Jangan takut hanya karena isu di media sosial. Kalau terlalu takut, malah tidak bekerja,” ujarnya.
Koster juga menginstruksikan penyediaan penampungan anjing liar sebagai solusi manusiawi.
“Tampung dan kendalikan, bukan dibunuh. Tapi kita juga bicara soal penularan virus. Ini kewenangan pemerintah, jalankan sesuai Perda,” tegasnya.
Ia berharap target Bali Bebas Rabies bisa tercapai dalam waktu dekat dengan dukungan PDHI, pemerintah daerah, dan Tim Siaga Rabies di desa-desa.
“Kita tidak bisa bekerja setengah-setengah. Ini soal nyawa dan keselamatan masyarakat,” demikian Koster. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya