RadarBuleleng.id – Aksi pencurian yang menyasar tempat ibadah semakin meresahkan warga.
Belum lama ini sekelompok pemuda melakukan aksi pencurian kotak amal di masjid yang terletak di Buleleng.
Kali ini aksi serupa terjadi di Kabupaten Tabanan, Bali. Selain masjid dan mushola, aksi pencurian juga menyasar pura.
Kasus pertama menimpa Mushola Nurul Falah di Pesiapan Kediri, Minggu (17/8/2025) dini hari.
Sekitar pukul 01.30 Wita, seorang pria yang terekam kamera CCTV terlihat masuk dengan jaket hoodie gelap.
Ia mengamati situasi, lalu mencongkel enam kotak amal berisi uang sedekah jamaah.
“Kami baru tahu sebelum shalat subuh, sekitar pukul 04.30 pagi,” kata Eko Sujoko, pengurus Mushola Nurul Falah.
Tak puas dengan kotak amal, pelaku juga sempat menyatroni kantin mushola. Jumlah kerugian belum bisa dipastikan. Kasus ini sudah dilaporkan ke Polres Tabanan.
Tiga hari berselang, pencurian juga terjadi di Pura Puseh Desa Adat Dadia, Banjar Dinas Dadia, Desa Babahan, Penebel.
Pelaku berhasil menggondol uang kepeng (pocong) satu ikat berisi 1.000 keping, serta dua ikat lain masing-masing 200 keping. Total kerugian ditaksir mencapai Rp 3,5 juta.
Kapolsek Penebel, AKP I Gusti Kade Alit Murdiasa, membenarkan laporan tersebut. Polisi sudah melakukan olah TKP dan memeriksa sejumlah saksi.
Menurut Jro Mangku Istri Pura Puseh, Ni Nyoman Sumi, 75, pencurian baru diketahui pada Rabu (20/8/2025) siang saat pengurus pura menyiapkan upacara.
“Setelah dicek, ternyata uang kepeng yang disimpan dalam sebuah sangku di dalam gedong pura sudah hilang,” jelas AKP Alit.
Di tengah maraknya pencurian serupa, polisi disebut berhasil menangkap pelaku pencurian yang beraksi di Pura Dalem Desa Adat Sambian Tengah, Desa Timpag, Kerambitan.
Pelaku ditangkap Rabu malam (20/8/2025) di rumah kontrakannya di Perumahan Graha Candra Asri, Desa Meliling, Kerambitan.
Yang mengejutkan, saat beraksi pelaku ternyata melibatkan anaknya yang masih duduk di bangku SD.
Pelaku masuk ke areal pura yang tidak terkunci, merusak gembok Gedong Simpen, dan mengambil uang sesari serta kepeng.
Rekaman CCTV yang merekam wajah pelaku menjadi kunci utama bagi polisi untuk mengidentifikasi dan menangkapnya.
Kapolres Tabanan, AKBP Putu Bayu Pati, membenarkan penangkapan tersebut. Ia menyatakan akan segera merilis detail kasus kepada media. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya