RadarBuleleng.id - Kasus rabies di Kabupaten Jembrana, Bali, tahun ini melonjak tajam. Tercatat sejak Januari hingga Agustus, sudah ada 92 kasus positif rabies, hampir dua kali lipat dibanding tahun lalu yang hanya 54 kasus.
Kondisi tersebut membuat pemerintah daerah bergerak cepat dengan membentuk tim penanggulangan rabies lintas dinas yang dikoordinasikan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Tim langsung turun ke lapangan untuk melaksanakan vaksinasi massal terhadap hewan penular rabies (HPR), terutama anjing, yang menyasar zona merah dan fasilitas umum.
Sekretaris Tim Penanggulangan Rabies Jembrana, I Putu Agus Artana Putra, menjelaskan vaksinasi dilakukan secara door to door dengan mendatangi rumah-rumah warga.
“Selama ini vaksinasi rabies dilakukan oleh Dinas Pertanian dan Pangan saja. Sekarang dengan adanya tim lintas dinas, percepatan vaksinasi bisa dilakukan agar kasus rabies segera terkendali,” ujar Agus yang juga Kepala BPBD Jembrana.
Baca Juga: Tabanan Siaga Penyakit Mulut dan Kuku, Vaksinasi Sapi Digenjot, Rabies Sementara Distop
Di lapangan, petugas kerap menghadapi kendala karena banyak anjing peliharaan tidak diikat dan sulit ditangkap.
Untuk menyiasatinya, petugas menggunakan teknik menulup atau menembakkan suntikan berisi vaksin ke arah hewan. Anjing liar pun turut divaksinasi agar penyebaran virus dapat ditekan.
Meski fokus utama masih vaksinasi, tim juga menyiapkan prosedur eliminasi khusus terhadap anjing liar yang terindikasi rabies dan dinilai membahayakan masyarakat.
Eliminasi hanya dilakukan sesuai standar operasional prosedur (SOP) serta jika ada permintaan dari warga.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner pada Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana, I Gusti Ngurah Putu Sugiarta, menambahkan masih ada sejumlah sampel yang diteliti di Balai Besar Veteriner Denpasar.
“Kami berharap tidak ada tambahan kasus lagi. Melalui program vaksinasi berkelanjutan, angka rabies di Jembrana bisa ditekan,” ujarnya.
Saat ini, pasar tradisional dan ruang publik yang banyak terdapat anjing juga menjadi sasaran vaksinasi. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya