Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Tepis Bandara Baru di Buleleng, Koster Pilih Siapkan Lapter Letkol Wisnu jadi Bandara Alternatif

Eka Prasetya • Sabtu, 6 September 2025 | 12:50 WIB

 

LAPANGAN TERBANG: Suasana di Lapangan Terbang Letkol Wisnu di Desa Sumberkima, Kecamatan Gerokgak, saat masih digunakan lokasi latihan sekolah penerbangan BIFA.
LAPANGAN TERBANG: Suasana di Lapangan Terbang Letkol Wisnu di Desa Sumberkima, Kecamatan Gerokgak, saat masih digunakan lokasi latihan sekolah penerbangan BIFA.

RadarBuleleng.id - Gubernur Bali, Wayan Koster berencana menyiapkan Lapter Letkol Wisnu di Desa Sumberkima, Buleleng, sebagai bandara alternatif akibat padatnya penerbangan di Bandara Ngurah Rai.

Rencana itu sekaligus menepis opsi pembangunan bandara baru di kawasan Bali Utara, yang sempat mencuat sejak tahun 2008 silam.

Koster menegaskan pentingnya penambahan fasilitas bandara untuk mengantisipasi kondisi darurat penerbangan di Pulau Bali. 

Selama ini, jika ada pesawat bermasalah di Bandara I Gusti Ngurah Rai, pendaratan darurat harus dialihkan ke Surabaya, Makassar, atau ke Lombok.

Untuk menjawab persoalan tersebut, pemerintah merencanakan pengembangan Lapangan Terbang Letkol Wisnu di Buleleng. 

Selama ini Lapter Letkol Wisnu terkendala menjadi bandara komersial karena panjang landasan pacu atau runway yang terbatas.

Baca Juga: Shortcut Singaraja–Mengwitani Dipastikan Berlanjut. Pemerintah Pusat Janji Kucurkan Anggaran Rp 773 Miliar

Kini Lapter Letkol Wisnu hanya memiliki panjang 900 meter. Panjang itu hanya ideal untuk pesawat latih dan pesawat perintis skala kecil.

Koster berencana memperpanjang runway di lapter tersebut. Sehingga pesawat yang lebih besar bisa mendarat.

“Rencananya akan dikembangkan menjadi sekitar 2.000 meter,” ujar Koster saat penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Pemprov Bali dengan Pemkot Denpasar serta Pemkab Badung, Gianyar, dan Tabanan terkait Trans Metro Dewata.

Dengan perpanjangan runway tersebut, Koster yakin Lapter Letkol Wisnu bisa menjadi bandara alternatif ketika Bandara Ngurah Rai tidak bisa digunakan.

“Jadi nanti kalau ada masalah di Ngurah Rai, pendaratan darurat bisa dilakukan di sana. Ini akan benar-benar difungsikan,” tegas Gubernur asal Desa Sembiran, Buleleng, tersebut.

Ia meyakini perpanjangan runway ini disebut strategis untuk meningkatkan keamanan penerbangan sekaligus memperkuat konektivitas udara Bali, yang selama ini hanya bertumpu pada satu bandara internasional. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#gubernur #bali #alternatif #perintis #Komersial #fasilitas #Sumberkima #pesawat #Letkol wisnu #desa #bandara #bandara ngurah rai #penerbangan #bali utara #lapter #buleleng #runway