Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Jurnalis di Bali Didorong Terapkan Jurnalisme Solutif dalam Peliputan Bencana

M.Ridwan • Minggu, 5 Oktober 2025 | 16:07 WIB

 

JURNALISME SOLUTIF: Pelatihan peningkatan kapasitas jurnalis di Bali dalam hal peliputan bencana alam.
JURNALISME SOLUTIF: Pelatihan peningkatan kapasitas jurnalis di Bali dalam hal peliputan bencana alam.

RadarBuleleng.id - Sedikitnya 50 orang jurnalis dari berbagai platform media — cetak, online, televisi, hingga radio — mengikuti Pelatihan Peningkatan Kapasitas Jurnalis Peliputan Bencana Alam di Quest Hotel San Denpasar, Sabtu (4/10/2025).

Kegiatan tersebut digelar oleh Jawa Pos TV Bali bekerja sama dengan BMKG Wilayah III Denpasar.

Direktur Jawa Pos TV Bali, Ibnu Yunianto mengatakan, pelatihan tersebut bertujuan memperkuat konsep Jurnalisme Solutif. 

Menurutnya, jurnalis tidak hanya dituntut melaporkan bencana, tetapi juga menyajikan informasi yang bermanfaat bagi korban, regulator, serta masyarakat yang ingin terlibat dalam penanganan dan solusi kebencanaan.

“Jurnalis perlu menghadirkan berita yang tak sekadar menggambarkan penderitaan, tetapi juga memberikan arah dan harapan bagi pembaca,” tegas Ibnu.

Pelatihan dibuka secara resmi oleh Kepala Pelaksana BPBD Bali I Gede Agung Teja Bhusana Yadnya. 

Baca Juga: Amor ing Acintya. Anggota DPRD Bali Asal Buleleng, Jro Nyoman Ray Yusha Tutup Usia

Ia menekankan bahwa bencana tidak pernah terjadi karena satu faktor tunggal.

“Banjir bandang di Bali beberapa hari lalu terjadi karena kerentanan bertemu ancaman. Curah hujan ekstrem mencapai 390 milimeter berbarengan dengan gelombang laut lebih dari dua meter, sehingga aliran sungai terhambat,” jelasnya.

Dari sisi ilmiah, Kadek Setiya Wati dari BMKG menjelaskan bahwa lembaganya berperan melakukan pemantauan cuaca dan iklim demi keselamatan masyarakat. Ia menegaskan pentingnya media memahami perbedaan keduanya.

“Cuaca itu seperti perempuan, berubah-ubah sesuai suasana hati. Sedangkan iklim, seperti lelaki — lebih stabil,” selorohnya yang disambut tawa peserta.

Kadek juga menambahkan, fenomena cuaca ekstrem seperti angin kencang hingga puting beliung merupakan peristiwa tidak lazim yang menimbulkan ancaman. 

Ia menyebut banjir bandang di Bali juga dipengaruhi gelombang atmosfer aktif.

Sementara itu, I Made Dwi Wiratmaja dari Stasiun Klimatologi Bali menguraikan bahwa pulau Bali memiliki 118 titik pengamatan hujan dan 20 zona musim berdasarkan data 1991–2020.

“Puncak musim hujan di Bali biasanya terjadi pada Januari–Februari serta November–Desember, sedangkan kemarau berlangsung antara Juni hingga September,” paparnya.

Dari aspek geofisika, Ni Luh Desi Purnami dari Stasiun Geofisika Denpasar mengingatkan bahwa gempa bumi tidak bisa diprediksi.

“Kerak bumi terus bergerak sekitar 7 milimeter per tahun. Pergeseran sekecil itu bisa memicu gempa besar,” ujarnya.

Di sisi lain, Kadis Lingkungan Hidup Provinsi Bali Made Rentin menyoroti persoalan sampah yang bisa memperburuk dampak bencana. 

Ia menegaskan, solusi terbaik adalah penanganan di tingkat rumah tangga dan desa melalui Pergub Bali Nomor 47 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber.

“Buat teba modern di rumah, cukup gali lubang 1,5–2 meter di halaman untuk mengolah sampah organik jadi pupuk,” sarannya.

Adapun Putu Eka Tulistiawan dari Stasiun Meteorologi Ngurah Rai Bali menambahkan bahwa observasi meteorologi di bandara menjadi kunci keselamatan penerbangan, karena seluruh peralatan di sana terintegrasi untuk mendeteksi cuaca ekstrem secara real time.

Pelatihan yang berlangsung selama enam jam itu dipandu oleh Galuh Praba dan menghadirkan sejumlah narasumber kebencanaan lintas bidang.

Ketua Panitia, M. Ridwan, berharap kegiatan ini mampu meningkatkan kemampuan jurnalis dalam menulis berita berbasis data dan solusi.

“Yang terpenting, produk berita mampu mengedukasi publik dengan semangat jurnalisme solutif,” ujarnya. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#bencana alam #pelatihan #berita #Jawa Pos TV Bali #media #bmkg #denpasar #banjir bandang #iklim #puting beliung #bpbd #cuaca ekstrem #jurnalis