Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Tiga Bulan Hilang, Jasad Korban KMP Tunu Pratama Jaya Ditemukan di Pantai Gilimanuk

Muhammad Basir • Rabu, 8 Oktober 2025 | 16:19 WIB

 

IDENTIFIKASI: Tim Inafis Polres Buleleng melakukan proses identifikasi terhadap barang bawaan pada jenazah yang ditemukan terdampar di Pantai Penginuman.
IDENTIFIKASI: Tim Inafis Polres Buleleng melakukan proses identifikasi terhadap barang bawaan pada jenazah yang ditemukan terdampar di Pantai Penginuman.

RadarBuleleng.id - Warga Gilimanuk, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, Bali, sempat dihebohkan dengan penemuan mayat di pesisir Pantai Lingkungan Penginuman, Senin (6/10/2025). 

Korban diketahui bernama Mukhamad Syakur, 37, asal Desa Krapyakrejo, Kecamatan Gading Rejo, Pasuruan, Jawa Timur. 

Ia merupakan salah satu korban tenggelamnya Kapal Motor Penumpang (KMP) Tunu Pratama Jaya tiga bulan lalu.

Identitas korban diketahui dari tas pinggang yang masih melekat pada tubuhnya. Di dalamnya ditemukan KTP, SIM, dan STNK atas nama Mukhamad Syakur. 

Data tersebut identik dengan salah satu penumpang kapal yang sejak tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya pada 2 Juli lalu yang dinyatakan hilang.

Korban diketahui berangkat bersama rekannya, Mukhlason, untuk mengirim barang mebel ke Bali menggunakan mobil pikap DK 8318 FO.

Meski begitu, nama Mukhamad Syakur tidak tercantum dalam manifes penumpang. 

Dalam daftar hanya tertulis nama Sakur, asal Kabupaten Bireuen, lahir 18 Juli 1990, dengan tiket golongan IV B—jenis kendaraan pikap berpenumpang dua orang.

Keluarga memastikan bahwa jasad yang ditemukan adalah benar Mukhamad Syakur. Ciri-ciri fisik korban, termasuk bibir sumbing dan gigi tidak rata, sepenuhnya sesuai dengan kondisi almarhum.

“Yakin saya itu kakak saya (Mukhamad Syakur),” ujar Siti Sakheya, 27, adik korban saat ditemui di kamar jenazah RSU Negara.

Keyakinan keluarga diperkuat dengan temuan barang-barang pribadi, identitas resmi, serta rekaman CCTV yang menunjukkan korban mengenakan pakaian sama seperti yang ditemukan pada jasadnya.

Kerabat korban, Muhammad Hasan, juga menegaskan hal serupa. 

Ia bahkan telah mengantongi surat pernyataan dari pihak perusahaan KMP Tunu Pratama Jaya yang menyebutkan bahwa nama Sakur dalam manifes sebenarnya merujuk pada Mukhamad Syakur. 

Hal itu juga dikuatkan dengan kesamaan nomor polisi mobil pikap yang dibawa korban.

“Kalau temannya sudah ketemu lebih dulu di perairan Pengambengan, seminggu setelah kapal tenggelam,” ungkap Hasan.

Diketahui, Mukhamad Syakur lahir pada 12 Oktober 1988. Ironisnya, enam hari setelah jasadnya ditemukan, seharusnya ia merayakan ulang tahun ke-37, yang juga bertepatan dengan 100 hari sejak ia dinyatakan hilang.

Hasan menyebut, meskipun keluarga telah menggelar tahlilan tujuh dan empat puluh hari, istri korban, Kini Maryam, masih meyakini suaminya akan kembali. 

“Ternyata, keyakinan itu benar, meski dalam keadaan sudah tidak bernyawa,” kata Hasan lirih.

Usai proses identifikasi dan kelengkapan administrasi, jenazah langsung dibawa pulang ke Pasuruan untuk dimakamkan di kampung halamannya.

Sebagaimana diketahui, KMP Tunu Pratama Jaya tenggelam di perairan Bali tiga bulan lalu dan menelan banyak korban jiwa. 

Berdasarkan data manifes, total terdapat 65 orang di kapal. Hingga kini, 50 orang telah ditemukan, terdiri dari 30 selamat, 20 meninggal dunia, dan 15 masih dinyatakan hilang. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#korban #bali #mayat #pantai #jembrana #pasuruan #gilimanuk #kapal #kmp #Tunu Pratama Jaya #jenazah #pikap