Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Pembangunan Bandara Bali Utara, Desain Futuristik Diluncurkan di Tengah Ketidakjelasan Lokasi Final

Acep Tomi Rianto • Rabu, 8 Oktober 2025 | 01:48 WIB
Desain aerial view Bandara Internasional Bali Utara.
Desain aerial view Bandara Internasional Bali Utara.

RadarBuleleng.id – Rencana pembangunan Bandara Internasional Bali Utara kembali menjadi sorotan publik.

Pemegang proyek, PT BIBU Panji Sakti, baru-baru ini secara resmi meluncurkan desain arsitektur bandara yang mengusung konsep futuristik, ramah lingkungan, dan terinspirasi dari filosofi lokal Tri Hita Karana bahkan menyerupai cangkang kura-kura kosmik.

Namun, kemegahan desain ini diwarnai dengan tanda tanya besar terkait lokasi pembangunan yang hingga kini belum memiliki kepastian final dari Pemprov Bali dan Pemerintah Pusat.

Desain Bandara Internasional Bali Utara (BIBU) yang dirancang oleh firma arsitektur Alien Design Consultant (Alien DC), menampilkan perpaduan modernitas dengan keberlanjutan.

Konsep utamanya adalah bandara yang akan dibangun di atas laut (offshore) di wilayah Kubutambahan, Kabupaten Buleleng, mencakup area bandara utama dan kawasan aerotropolis pendukung di daratan.

Bangunan mengadopsi filosofi Tri Hita Karana (harmoni dengan Tuhan, manusia, dan alam) dan terinspirasi dari bentuk cangkang kura-kura.

Bandara disebut menggunakan teknologi ramah lingkungan, energi terbarukan, sirkulasi udara alami, dan integrasi lanskap hijau yang memadukan panorama laut dan pegunungan Buleleng.

Desain ini juga fokus pada restorasi lingkungan pesisir untuk mencegah abrasi.

Dirancang memiliki satu terminal penumpang utama dengan tiga terminal satelit, dua landasan pacu sejajar, serta dilengkapi heliport dan seaport.

Peluncuran desain ini diklaim PT BIBU sebagai bukti kesiapan mereka untuk memulai groundbreaking pada tahun 2025 demi mencapai target operasional di tahun 2028.

Meskipun desain sudah "matang", kepastian lokasi pembangunan justru menjadi polemik.

Awalnya, lokasi yang diusulkan oleh pihak pemrakarsa (PT BIBU) berada di Desa Kubutambahan, Buleleng.

Namun, Pemprov Bali di bawah kepemimpinan sebelumnya sempat mengajukan usulan lokasi baru, yaitu di Desa Sumberklampok, Buleleng.

Gubernur Bali, Wayan Koster juga sempat melempar wacana perpanjangan landasan pacu di Lapter Letkol Wisnu yang terletak di Desa Sumberkima, Kabupaten Buleleng.

Plt. Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bali, Nusakti Yasa Weda menegaskan Bahwa saat ini belum ada penentuan lokasi yang bersifat final.

Penentuan lokasi harus melalui studi kelayakan teknis dan operasional yang solid sesuai standar International Civil Aviation Organisation (ICAO), serta penetapan Rencana Tata Ruang Wilayah (RT/RW) oleh Pemprov.

Penegasan Pemprov ini muncul menanggapi isu yang beredar, di mana Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 12 Tahun 2025 yang mencantumkan proyek Bandara Internasional Bali Baru/Bali Utara, sifatnya masih berupa arahan dan tidak secara eksplisit menyebutkan lokasi.

Bandara ini diproyeksikan akan berkolaborasi dengan Bandara I Gusti Ngurah Rai, di mana Bandara Utara akan fokus melayani penerbangan Low Cost Carrier (LCC) sementara Ngurah Rai untuk penerbangan premium.

Terkait pendanaan, PT BIBU mengklaim proyek ini tidak akan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), melainkan menggandeng investor asing dari Tiongkok, Qatar, dan Jepang dengan klaim dana hingga puluhan triliun rupiah. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#bali #sumberklampok #arsitektur #Pemprov Bali #Sumberkima #kubutambahan #pembangunan #lokasi #Tri Hita Karana #Letkol wisnu #bandara #BIBU #bali utara #lapter #buleleng