Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Listrik di Bandara Ngurah Rai Padam, Politisi Buleleng Desak Pemerintah Segera Bangun Bandara Kedua

Ni Kadek Novi Febriani • Senin, 13 Oktober 2025 | 22:48 WIB

 

Anggota DPR RI, Gde Sumarjaya Linggih
Anggota DPR RI, Gde Sumarjaya Linggih

RadarBuleleng.id - Padamnya listrik selama sekitar satu jam di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai menjadi sorotan publik. 

Peristiwa tersebut dinilai sebagai catatan serius bagi pengelola bandara bertaraf internasional yang seharusnya memiliki sistem kelistrikan tanpa jeda.

Anggota DPR RI asal Bali I Gde Sumarjaya Linggih alias Demer menilai kejadian itu menjadi alarm penting bahwa Bali sudah sangat membutuhkan bandara kedua sebagai langkah antisipasi terhadap situasi darurat atau gangguan operasional.

“Ya itu dinikmati saja dulu karena sifatnya insidental. Tapi idealnya, Bali memang harus punya dua bandara. Secara SOP, bandara tidak boleh blackout lebih dari satu detik, cukup ‘tek’ saja,” ujar Demer di Denpasar.

Politisi asal Buleleng ini menambahkan, keberadaan dua bandara penting bukan hanya untuk mitigasi bencana, tetapi juga untuk pemerataan pembangunan antar wilayah di Bali. 

Ia menyebut, Bandara Ngurah Rai kini sudah mendekati batas maksimal kapasitas, sementara permintaan penerbangan terus meningkat.

“Sudah beberapa kali terjadi pemadaman listrik. Jadi, pemerintah perlu segera menetapkan lokasi (penlok) pembangunan bandara baru,” ujar pria yang juga Ketua DPD I Golkar Bali itu.

Menurut Demer, perluasan Bandara Ngurah Rai akan menelan biaya besar dan tidak lagi efektif.

Karena itu, opsi pembangunan bandara baru jauh lebih realistis dan strategis. 

Selain mendukung pertumbuhan pariwisata, bandara baru diyakini bisa menggerakkan ekonomi di kawasan Bali Utara atau Bali Barat.

“Kalau ada dua bandara, pemerataan pembangunan bisa tercapai. Kita tidak mau kesenjangan antara daerah selatan dan utara makin lebar,” tegasnya.

Ia juga menyinggung soal ketimpangan sosial yang belakangan menjadi isu di Bali. 

“Jarak antara elit dan rakyat terlalu jauh. Itu bisa jadi pemicu gejolak sosial. Karena itu pemerataan harus jadi fokus, dan bandara bisa menjadi salah satu instrumen penting ke arah itu,” demikian Demer. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#internasional #bali #penetapan lokasi #Perluasan #dpr ri #penlok #darurat #pembangunan #blackout #pariwisata #bandara #sop #penerbangan #ngurah rai #listrik #bali utara #demer #kelistrikan #buleleng #ekonomi #sumarjaya linggih #mitigasi