RadarBuleleng.id - Pemprov Bali harus bersiap menghadapi tahun anggaran 2026 dengan lebih hemat.
Pemerintah pusat memastikan tetap melakukan pemotongan Transfer ke Daerah (TKD) meski kebijakan ini sempat menuai protes dari sejumlah gubernur yang bertemu Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.
Gubernur Bali, Wayan Koster membenarkan adanya penurunan signifikan dana yang dikirim pemerintah pusat.
Berdasarkan data yang diterima, total pengurangan TKD untuk sembilan kabupaten/kota di Bali mencapai Rp 1,7 triliun, sementara untuk Pemerintah Provinsi Bali sendiri mencapai Rp 500 miliar.
“Tahun 2026 dikurangi Rp 500 miliar untuk provinsi, dan sekitar Rp 1,7 triliun untuk kabupaten/kota se-Bali,” ungkap Koster saat ditemui di Denpasar, kemarin (30/10/2025).
Menurut Koster, pemangkasan dana ini menjadi tantangan besar bagi daerah, terutama dalam pembiayaan pemeliharaan dan pembangunan infrastruktur.
Baca Juga: Duel Panas Bali United vs Persib Bandung: Reuni, Gengsi, dan Perebutan Puncak Klasemen
Ia menilai, penurunan alokasi TKD akan memaksa pemerintah daerah menata ulang prioritas belanja agar tetap bisa menjalankan program strategis.
“Kalau saja dana Pungutan Wisatawan Asing (PWA) masuk optimal, infrastruktur di Bali bisa diselesaikan tanpa bergantung pada APBN. Cukup dengan PWA bersama dukungan Badung dan Denpasar, semua bisa dikerjakan,” ujarnya.
Koster juga menekankan, pemerintah pusat kini semakin ketat dalam mengalokasikan anggaran ke daerah.
Karena itu, ia mendorong agar Bali segera bertransformasi menjadi provinsi yang mandiri secara fiskal, tidak terlalu bergantung pada dana pusat.
Untuk mencapai kemandirian itu, Pemprov Bali akan menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari berbagai sektor, terutama pariwisata, serta mendorong kolaborasi lintas wilayah.
“ke depan bagaimana agar Bali ini lebih mandiri kalau kita punya pemasukkan segitu kerja sama dengan baik selesai semua dan ini adalah kebutuhan lintas wilayah di seluruh Bali,” tandasnya. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya