RadarBuleleng.id - Dalam rangka Karya Agung di Pura Penataran Agung Pucak Mangu, seluruh Pratima Ida Batara Turun Kabeh menggelar upacara melasti di Pantai Seseh, Kamis (30/10/2025) siang.
Upacara sakral tersebut menjadi bagian dari prosesi penyucian diri dan alam semesta menjelang puncak karya yang meliputi Tawur Balik Sumpah Utama, Padudusan Agung, Menawa Ratna, Mapaselang, dan Mapadanan Medasar Tawur Balik Sumpah Utama.
Raja Mengwi, Ida Cokorda Mengwi XIII, selaku Pengempon Pura Pucak Mangu menjelaskan, bahwa prosesi melasti ini melibatkan delapan desa adat pangempon.
Karena itu, simbol-simbol suci Ida Bbatara diiring menuju segara berasal dari puluhan pura di wilayah delapan desa tersebut.
“Dilaksanakan di Segara Seseh ngaturang pakelem kerbau di Segara Seseh. Hari ini juga dilaksanakan Segara Kertih, jadi dua ritual sekaligus, melasti dan Segara Kertih Mapekelem Kerbau,” jelasnya.
Usai ritual tersebut, Ida Batara akan berstana di Pura Taman Ayun selama satu malam.
Sebelum tiba di lokasi itu, Ida Batara lebih dulu katuran ayaban (mendapat haturan sesaji) di Pura Sada, Kapal, kemudian melanjutkan perjalanan ke Bringkit dan Jaba Pura Batur Waturenggong, di batas selatan Desa Mengwi.
Dari sana, pengayah Desa Adat Mengwi mendak Ida Batara untuk bermalam di Pura Taman Ayun.
Selanjutnya, pada Sabtu (1/11/2025) akan digelar upacara Danu Kertih di Ulun Danu Beratan, Tabanan, menggunakan pakelem berupa kerbau dan kambing.
Lalu pada Selasa (4/11/2025) dilanjutkan dengan Wana Kertih di kawasan hutan sekitar Pura Pucak Mangu.
“Tujuan yadnya ini adalah memohon keselamatan dan kesejahteraan jagat beserta isinya, agar masyarakat hidup tenteram, kertha raharja,” ujar Ida Cokorda. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya