RadarBuleleng.id - PT Pertamina EP Sukowati Field mengklaim tidak ada kebocoran limbah minyak dari lambung kapal FSO Cinta Natomas yang tengah berlabuh di Pelabuhan Celukan Bawang, Kabupaten Buleleng, Bali.
Pertamina juga mengapresiasi kepada Pelindo Cabang Celukan Bawang, atas langkah cepat dan sigap dalam menangani proses evakuasi kapal tanker FSO Cinta Natomas.
Kapal yang bersandar di jetty curah cair Pelabuhan Celukan Bawang sejak 2018 itu sempat mengalami kemiringan sekitar tiga derajat.
Situasi tersebut langsung direspons Pelindo dengan mengevakuasi endapan minyak dari kapal guna mencegah potensi kebocoran dan pencemaran lingkungan.
General Manager Pelindo Cabang Celukan Bawang, Mochammad Imron, memastikan seluruh proses evakuasi berjalan aman. Tidak ditemukan kebocoran maupun indikasi pencemaran di sekitar lokasi.
Namun, untuk menjaga keselamatan kerja, evakuasi endapan sementara dihentikan karena dinilai berisiko terhadap stabilitas kapal.
Pertamina EP Sukowati Field juga telah menerima surat penghentian sementara dari Pelindo dan langsung menindaklanjutinya dengan survei lapangan bersama KSOP Kelas IV Celukan Bawang dan Oil Spill Combat Team (OSCT) pada Minggu (2/11/2025).
Hasil survei memastikan tidak ada tanda-tanda tumpahan minyak, residu, maupun bau khas minyak mentah di sekitar perairan FSO Cinta Natomas.
Hal itu diperkuat dalam rapat koordinasi klarifikasi dugaan tumpahan minyak yang digelar sehari kemudian, tepatnya pada Senin (3/11/2025).
Rapat dihadiri oleh perwakilan Pertamina EP Sukowati Field, KSOP Kelas IV Celukan Bawang, Dinas Lingkungan Hidup Buleleng, Pelindo, Polair, KSO Tenang Jaya Sejahtera, serta pihak keagenan kapal.
Dari hasil pemeriksaan dan patroli bersama, dipastikan sumber oil sheen di laut bukan berasal dari FSO Cinta Natomas.
“Setiap kegiatan kami laksanakan sesuai prosedur dan dengan pengawasan ketat. Tim tanggap darurat juga selalu siaga 24 jam untuk mengantisipasi keadaan darurat,” ujar General Manager Zona 11 Pertamina EP, Zufikar Akbar.
Ia menjelaskan, Pertamina EP Sukowati Field bekerja sama dengan KSO PT Tenang Jaya Sejahtera, melakukan tank cleaning atau pembersihan tangki di kapal FSO Cinta Natomas.
Limbah hasil pembersihan kemudian diangkut dan diolah hingga tahap akhir sesuai peraturan dan izin lingkungan yang berlaku.
“Kegiatan ini sudah berjalan sejak Juli 2025 dan kini progresnya mencapai 52 persen. Target kami seluruh proses pembersihan dan pengelolaan limbah selesai awal 2026,” tambahnya.
Sebagai langkah antisipatif, KSO PT Tenang Jaya Sejahtera telah memasang Solid Oil Boom di sekitar kapal untuk mencegah tumpahan minyak.
Selain itu, pelatihan tanggap darurat rutin dilakukan agar seluruh personel siap menghadapi potensi risiko di lapangan.
Pertamina EP Sukowati Field memastikan seluruh kegiatan di kapal FSO Cinta Natomas telah mengantongi izin resmi, termasuk izin bongkar dari KSOP.
Ke depan, perusahaan juga akan melakukan pengujian sampel air laut di sekitar lokasi guna memastikan kualitas lingkungan tetap aman dan terjaga.
“Kami berkomitmen menjaga kepercayaan masyarakat dengan memastikan setiap kegiatan berjalan aman dan ramah lingkungan,” tutup Zufikar. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya