RadarBuleleng.id - Polemik pembangunan lift di Pantai Kelingking, Nusa Penida, serta wahana bungee jumping kembali memasuki babak baru.
DPRD Bali hingga kini masih merahasiakan isi rekomendasi yang sudah dirampungkan Panitia Khusus Tata Ruang, Aset, dan Pertanahan (Pansus TRAP).
Padahal, sesuai agenda, hasil rekomendasi tersebut seharusnya diumumkan dan diserahkan kepada Gubernur Bali Wayan Koster usai rapat pembahasan RAPBD 2025, Selasa (11/11/2025).
Namun, Koster justru meminta agar rekomendasi diumumkan pada rapat paripurna. Alasannya untuk memberikan “kejutan”.
“Nanti, kan ada waktunya,” kata Koster usai menghadiri rapat di DPRD Bali.
Terkait kelanjutan pembangunan lift di Pantai Kelingking, Koster menegaskan pihaknya masih mengkaji rekomendasi dari Pansus TRAP.
Ia belum bisa memastikan apakah proyek tersebut akan dihentikan permanen atau mendapat lampu hijau untuk dilanjutkan.
“Itu dah sedang dikaji, baru diserahkan Pansus,” ujarnya.
Ketika ditanya apakah proyek akan dibatalkan total, Koster kembali memilih menunda jawaban.
“Nanti kita lihat, supaya mengejutkan dikit,” ucapnya.
Di sisi lain, Ketua Pansus TRAP, Made Supartha, membenarkan bahwa seluruh rekomendasi telah diserahkan secara tertutup kepada gubernur.
Rekomendasi disusun oleh 18 orang anggota pansus setelah rangkaian kunjungan lapangan dan rapat intensif.
“Ini kesepakatan rapat pansus, serahkan dulu seluruhnya secara tertutup kepada Bapak Gubernur Bali. Tadi beliau sudah kita dengar juga akan memberikan kejutan nanti ketika waktunya sudah harus disampaikan. Saya kira tidak terlalu lama,” ujar Supartha.
Ia menegaskan, keputusan untuk menutup isi rekomendasi bersifat mutlak. Menurutnya, langkah ini diperlukan agar tidak muncul bias atau spekulasi liar di publik.
“Kalau bias nanti ini bagaimana, tutup-buka, tutup-buka. Kan nanti sekalian gongnya ada di Bapak Gubernur,” tandasnya. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya