RadarBuleleng.id - Gubernur Bali, Wayan Koster, telah memerintahkan PT Indonesia Kaishi Tourism Property Investment Development Group untuk menghentikan sekaligus membongkar lift kaca di Pantai Kelingking, Desa Bunga Mekar.
Namun keputusan itu belum meredam polemik. Kehadiran lift kaca tetap memantik pro dan kontra di tengah masyarakat adat.
Salah satu pihak yang meminta proyek tetap dilanjutkan adalah Forum Paiketan Sejebag Bendesa Adat se-Nusa Penida.
Perwakilannya, Jro Ketut Gunaksa, mengatakan seluruh bendesa adat di Kecamatan Nusa Penida telah bermusyawarah dan sepakat pembangunan lift kaca diteruskan demi kepentingan warga setempat.
“Kami menghargai dan menghormati keputusan tersebut. Namun Forum Paiketan Pasikian Bendesa Adat Sejebag Nusa Penida akan tetap menempuh langkah persuasif kepada Gubernur Bali dan Bupati Klungkung. Kami memohon kebijakan agar aspirasi masyarakat Nusa Penida dapat dipertimbangkan,” kata Gunaksa pada Minggu (30/11/2025).
Baca Juga: Akhirnya Menang! Setelah 4 Laga Tanpa Kemenangan Bali United Berhasil Hentikan Laju Borneo FC
Gunaksa mengakui proyek itu mengandung pelanggaran. Namun ia berharap pemerintah membuka ruang kebijakan khusus yang tetap menghormati aturan, tanpa mematikan dinamika pembangunan pariwisata di Nusa Penida.
Forum juga berencana segera mengajukan audiensi resmi kepada Gubernur Bali.
“Hukum harus kami hormati, regulasi harus ditepati. Namun ruang kebijakan khusus dari pemerintah sangat kami harapkan. Apapun hasilnya, kami siap menerima,” tegasnya.
Di sisi lain, Bendesa Alitan MDA Kecamatan Nusa Penida, Wayan Sukla, memberi tanggapan berbeda.
Ia menyebut pertemuan Forum Paiketan Sejebag Bendesa Adat se-Nusa Penida yang membahas lift kaca dilakukan di luar agenda resmi MDA.
Sukla bahkan baru mengetahui adanya pertemuan itu lewat unggahan di media sosial.
Ia mengaku tidak mengetahui apakah semua bendesa benar-benar hadir, karena video yang beredar hanya menampilkan dua bendesa.
Informasi yang ia terima juga menyebut forum tersebut baru dibentuk dalam pertemuan itu.
“Saya tidak diundang, dan hasilnya juga tidak diinformasikan ke MDA,” katanya. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya