Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Bikin Resah! Dua WNA Tidur di Kawasan Pura Segara Penida. Langsung Diusir Warga

Dewa Ayu Pitri Arisanti • Jumat, 19 Desember 2025 | 14:23 WIB

 

KEMASI BARANG: Dua orang Warga Negara Asing (WNA) tampak membereskan barang yang mereka gunakan untuk tidur di Pura Sad Kahyangan Segara Penida, Nusa Penida.
KEMASI BARANG: Dua orang Warga Negara Asing (WNA) tampak membereskan barang yang mereka gunakan untuk tidur di Pura Sad Kahyangan Segara Penida, Nusa Penida.

RadarBuleleng.id - Aksi tak pantas kembali dilakukan warga negara asing (WNA) di kawasan wisata Nusa Penida, Bali. 

Kali ini, dua orang WNA kedapatan tidur di area Pura Sad Kahyangan Segara Penida, Desa Sakti, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung. 

Ulah tersebut langsung mendapat teguran dari warga setempat yang meminta keduanya segera meninggalkan kawasan suci itu.

Peristiwa itu terekam kamera warga dan videonya dengan cepat beredar luas di media sosial. 

Dalam rekaman tersebut, terlihat dua WNA tengah membereskan tas dan matras yang digunakan untuk tidur di dalam area pura. 

Keduanya juga tampak tidak mengenakan sarung atau kamen sebagaimana etika memasuki kawasan pura. Bahkan, salah satu WNA terlihat bertelanjang dada dan hanya mengenakan celana pendek.

Mengetahui hal itu, warga yang berada di lokasi langsung menegur dan meminta kedua WNA tersebut keluar dari area pura. Keduanya pun bergegas mengemasi barang-barang dan meninggalkan lokasi tanpa perlawanan.

Menanggapi kejadian tersebut, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Klungkung, I Dewa Ketut Sueta Negara, mengakui pengawasan terhadap keberadaan dan aktivitas WNA di wilayah Nusa Penida masih belum optimal. Salah satu kendalanya adalah keterbatasan personel imigrasi.

Ia menjelaskan, Kantor Imigrasi Denpasar yang membawahi lima kabupaten memiliki keterbatasan sumber daya, sehingga pengawasan rutin di Nusa Penida belum bisa dilakukan secara maksimal. 

Di sisi lain, WNA cenderung lebih waspada terhadap aparat imigrasi dibandingkan dengan aparat di tingkat lokal.

“Karena itu, kami biasanya melibatkan pihak imigrasi dalam Tim Pengawasan Orang Asing (PORA). Pengawasan seharusnya dilakukan secara berkala. Yang paling efektif adalah pengawasan partisipatif dengan melibatkan kepala desa, bendesa adat, pecalang, hingga linmas,” jelas Sueta Negara.

Menurutnya, pemerintah desa merupakan pihak yang paling memahami kondisi wilayahnya sehari-hari. Oleh sebab itu, ke depan diperlukan pembentukan satuan tugas khusus pengawasan orang asing di tingkat desa.

“Jika ada kejadian seperti ini, desa bisa segera melaporkan ke kami agar bisa ditindaklanjuti bersama pihak imigrasi,” pungkasnya. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#bali #imigrasi #Nusa Penida #kawasan suci #warga negara asing #klungkung #PURA SAD KAHYANGAN #tidur #wna #segara #media sosial