Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Penutupan TPA Suwung Masih Menuai Pro-Kontra. DPRD Bali Dorong Pemerintah Siapkan Rencana Cadangan

Ni Kadek Novi Febriani • Minggu, 21 Desember 2025 | 18:13 WIB

 

Mulai Jumat hari ini TPA Suwung ditutup. Masyarakat dilarang membuang sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Regional Sarbagita Suwung.
Mulai Jumat hari ini TPA Suwung ditutup. Masyarakat dilarang membuang sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Regional Sarbagita Suwung.

RadarBuleleng.id - Rencana penutupan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung yang dijadwalkan pada Selasa (23/12/2025) mendatang masih memicu pro dan kontra di tengah masyarakat. 

Kekhawatiran utama muncul terkait potensi kekacauan penanganan sampah, terlebih penutupan dilakukan menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) yang identik dengan lonjakan aktivitas dan wisatawan.

Menanggapi polemik tersebut, Ketua DPRD Bali, Dewa Made Mahayadnya menyatakan DPRD Bali siap mengusulkan solusi terbaik apabila terjadi kemandekan dalam pengelolaan sampah.

“Pemprov Bali sebenarnya sudah memberikan solusi. Namun seandainya terjadi kemandekan, kami tentu akan mencoba mengusulkan solusi terbaik, termasuk kemungkinan membuka kembali ke depan,” ujarnya di Denpasar, kemarin (15/12/2025).

Politisi yang akrab disapa Dewa Jack itu mengungkapkan, saat ini tengah berlangsung rapat koordinasi antara seluruh bupati dan wali kota se-Bali bersama Gubernur Bali dan Kementerian Lingkungan Hidup (LH). 

Rapat tersebut bertujuan mencari jalan tengah dengan mempertimbangkan berbagai aspek kebijakan dan regulasi.

“Saya membaca surat dari Kementerian Lingkungan Hidup yang mengarah pada upaya mencari solusi terbaik dengan mempertimbangkan berbagai aspek regulasi dan kebijakan,” kata legislator asal Buleleng tersebut.

Menurut Dewa Jack, pemerintah juga akan mempertimbangkan kesiapan sarana dan prasarana pengolahan sampah, seperti Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) dan TPS3R (Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle). 

Selain itu, dinamika pariwisata saat libur akhir tahun dan kondisi musim hujan turut menjadi faktor penentu.

“Akan dilihat langsung di lapangan, mulai dari kapasitas TPST dan TPS3R, teba modern, hingga dinamika pariwisata pada liburan akhir tahun. Semua itu menjadi bahan pertimbangan dalam rapat koordinasi. Mudah-mudahan menghasilkan keputusan yang baik,” jelasnya.

Terkait kesiapan masyarakat, Dewa Jack menyebut pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota sebenarnya telah menyiapkan langkah jangka panjang. 

Salah satunya melalui rencana pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL). Proyek tersebut direncanakan berlokasi di lahan milik Pelindo di kawasan Pesanggaran.

“Untuk perencanaan ke depan, PSEL direncanakan di lahan Pelindo. Saat ini masih dalam proses tender dan tahapan lainnya,” tandasnya.

Fraksi Partai Golkar DPRD Bali juga turut menyoroti rencana penutupan TPA Suwung dan pembangunan PSEL atau Waste-to-Energy (WTE). 

Melalui pandangan umum yang dibacakan I Nyoman Wirya, Fraksi Golkar meminta Gubernur Bali menyiapkan perencanaan yang matang, termasuk rencana cadangan.

“Apa strategi saudara Gubernur sebagai backup plan atau rencana alternatif yang disiapkan untuk mengantisipasi apabila PSEL atau WTE ini tidak beroperasi sesuai dengan yang diharapkan?” tanya I Nyoman Wirya dalam sidang paripurna DPRD Bali, Senin (15/12/2025). (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#bali #tahun baru #Pemprov Bali #dprd #natal #pariwisata #suwung #tpst #wisatawan #nataru #politisi #sampah #tempat pembuangan akhir #Dewa Jack #buleleng #dprd bali #TPS3R #tpa