Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Libur Nataru, 2,31 Juta Diprediksi Bergerak di Bali. Dishub Bali Siapkan Langkah Antisipasi Kemacetan

Ni Kadek Novi Febriani • Rabu, 31 Desember 2025 | 00:52 WIB

 

MACET: Suasana kemacetan di underpass Simpang Dewa Ruci, Kuta. Kendaraan pribadi terlihat mulai menumpuk jelang akhir tahun.
MACET: Suasana kemacetan di underpass Simpang Dewa Ruci, Kuta. Kendaraan pribadi terlihat mulai menumpuk jelang akhir tahun.

RadarBuleleng.id - Menjelang pergantian tahun, pergerakan keluar-masuk Bali mulai terasa meningkat. 

Dinas Perhubungan Bali memprediksi arus penumpang selama masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 mencapai sekitar 2,31 juta orang. 

Pergerakan tersebut tercatat melalui tiga pintu utama, yakni Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Pelabuhan Gilimanuk, dan Pelabuhan Padangbai, dalam periode 19 Desember 2025 hingga 3 Januari 2026.

Meski demikian, jumlah kedatangan penumpang ke Bali tahun ini tercatat mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama tahun lalu. 

Kepala Seksi Pengendalian Lalu Lintas Kawasan UPTD Pusat Pengendalian LLAJ Dishub Provinsi Bali, Nengah Suki menyebut lonjakan penumpang dari Pelabuhan Gilimanuk terjadi menjelang Hari Raya Natal.

Berdasarkan data Dishub Bali, jumlah penumpang yang masuk Bali melalui Pelabuhan Gilimanuk tercatat sebanyak 223.124 orang pada periode 18–26 Desember 2025. 

“Sesuai dengan data ini, untuk periode yang sama tahun ini jika dibandingkan tahun lalu, jumlah penumpang yang masuk Bali lewat bandara, Gilimanuk dan Padangbai lebih rendah dibandingkan tahun lalu,” kata Suki saat dihubungi, Senin (29/12).

Kendati peningkatan wisatawan tidak signifikan, Dishub Bali telah melakukan pemetaan titik-titik rawan kemacetan. 

Berdasarkan evaluasi tahun-tahun sebelumnya, kepadatan lalu lintas diperkirakan terjadi di akses bandara, koridor wisata, pusat perbelanjaan, serta kawasan pusat oleh-oleh.

Kawasan menuju Bandara I Gusti Ngurah Rai menjadi salah satu titik paling rawan macet, khususnya di ruas Jalan Bypass Ngurah Rai mulai Underpass Dewaruci–Bundaran Tahura Ngurah Rai–Kedonganan–Simpang Patung Kuda. 

Selain itu, Jalan Raya Tuban dan Jalan Airport Ngurah Rai, terutama di sekitar Bundaran Tahura hingga gate bandara, juga berpotensi mengalami kepadatan tinggi.

Kemacetan di kawasan wisata turut menjadi perhatian, terutama di wilayah Kuta dan sekitarnya. Ruas Jalan Kediri, Jalan Kartika Plaza, Jalan Dewi Sartika, serta Jalan Raya Kuta kerap mengalami penumpukan kendaraan. 

Kepadatan juga sering terjadi di sekitar pusat perbelanjaan dan oleh-oleh di sepanjang Jalan Bypass Ngurah Rai, seperti kawasan Krisna Oleh-Oleh dan The Keranjang Bali. 

“Akses ke kawasan wisata dan pusat keramaian lainnya di Bali secara umum juga menjadi titik rawan kepadatan, seiring meningkatnya kunjungan wisatawan saat libur Nataru,” imbuh Suki.

Untuk mengurangi potensi kemacetan, Dishub Bali memberlakukan pembatasan operasional truk angkutan barang, khususnya di ruas jalan nasional Denpasar–Gilimanuk. 

Kebijakan tersebut mengacu pada surat kesepakatan bersama antara Menteri Perhubungan, Korlantas Polri, dan Menteri PUPR.

Pembatasan berlaku bagi truk terbuka, truk box, dan kontainer dengan Jumlah Berat yang Diperbolehkan (JBB) di atas 5 ton serta panjang kendaraan lebih dari 6 meter. 

“Kecuali pengangkut kebutuhan pokok, BBM, ternak, dan barang esensial lainnya,” ujarnya.

Suki menambahkan, puncak arus kedatangan diperkirakan terjadi pada 19–21 Desember dan 26–27 Desember 2025. 

Sementara arus keberangkatan diprediksi meningkat pada 28–29 Desember 2025, dengan puncak tertinggi pada 1–3 Januari 2026.

Terkait rekayasa lalu lintas, Dishub Bali melakukan sterilisasi parkir di badan jalan dan penertiban gangguan samping di Jalan Bypass Ngurah Rai, Jalan Airport Ngurah Rai, Jalan Raya Tuban, dan sekitarnya. Pengalihan arus juga disiapkan jika terjadi kemacetan total di akses bandara.

“Penyiapan mobil derek kami lakukan bekerja sama dengan Jasa Marga Bali Tol, pengelola bandara, serta Dishub Badung dan Denpasar untuk mempercepat penanganan kendaraan mogok atau kecelakaan di koridor strategis,” pungkasnya. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#wisata #bali #tahun baru #libur #natal #padangbai #bandara #penumpang #jalan raya #ngurah rai #pelabuhan gilimanuk #wisatawan #nataru #oleh-oleh #llaj